Curhat Warga Surabaya: Keluhkan Air PDAM yang Macet

 Curhat Warga Surabaya: Keluhkan Air PDAM yang Macet
CARI SOLUSI: Wakil Ketua DPRD Surabaya Masduki Toha (dua dari kanan) melakukan jaring aspirasi masyarakat di Pakal, Surabaya, Jatim. Foto for Radar Surabaya/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Masalah pendidikan, air PDAM yang macet dan belum cairnya dana hibah menjadi temuan dalam jaring aspirasi yang dilakukan oleh wakil ketua DPRD Surabaya, Jawa Timur, Masduki Toha.

Nantinya, temuan ini akan dilanjutkan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat sidang paripurna.

“Banyak yang disampaikan, salah satunya dana hibah. Masyarakat menanyakan kapan cairnya. Kan selama ini seluruh dana hibah belum cair,” ujar Masduki seperti yang dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group).

Selain dana hibah, beberapa masalah yang krusial diantaranya keluhan air PDAM selama lima bulan mati.

Mampetnya air PDAM ini di Surabaya Barat. “Kemudian masalah pelayanan BPJS Kesehatan. Masyarakat meminta pelayanan di rumah sakit, seperti RS Soewandhie lebih baik lagi. Mereka mengeluhkan karena adanya tarikan,” jelasnya.

Tak hanya itu, masalah pendidikan juga menjadi keluhan warga yang disampaikan kepada Masduki.

Keluhan yang datang soal perpindahan kewenangan SMA/SMK menjadi milik Pemprov Jatim. Pindahnya kewenangan tersebut, berdampak tidak gratisnya pendidikan menengah atas tersebut. Padahal banyak dari masyarakat miskin mengeluhkan hal itu.

“Saya sudah jelaskan bahwa sekarang sudah diambil oleh pemprov, sesuai dengan undang-undang,” bebernya.

Masalah pendidikan, air PDAM yang macet dan belum cairnya dana hibah menjadi temuan dalam jaring aspirasi yang dilakukan oleh wakil ketua DPRD Surabaya,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News