Curhat Warga Surabaya: Keluhkan Sekolah Berbayar

Curhat Warga Surabaya: Keluhkan Sekolah Berbayar
TAMPUNG KELUHAN: Darmawan (paling kiri) berdiskusi dan menjaring aspirasi warga di RT 6 Sawunggaling, Surabaya, Jawa Timur. Foto for Radar Surabaya/JPNN.com

Semisalkan dengan penggunaan anggaran yang bisa dialihkan untuk warga miskin.

“Banyak sekali di lingkungan kami anak kurang mampu yang tidak bisa masuk ke sekolah negeri. Padahal sekolah swasta tak mendapat
BOS,” paparnya.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Darmawan mengatakan, dirinya prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, permasalahan pendidikan ini hampir seluruhnya dirasakan oleh warga Surabaya.

“Hampir seluruh tempat yang saya datangi warganya mengeluhkan pendidikan. Tapi saya pernah bertanya ke Bu Wali (wali kota, Red) bahwa mereka yang tidak mampu bisa ditangani. Tapi tak tahu lagi di lapangan,” kata Darmawan.

Politisi asal Partai Gerindra ini pun berjanji akan menyampaikan keluhan masyarakat ke wali kota.

Selain menyampaikan masalah pendidikan, dia juga berjanji melaporkan dana hibah pemkot yang belum cair.

Terutama pengajuan proposal menyangkut keperluan kampung yang selalu menjadi agenda rutin diajukan ketika anggota DPRD Surabaya melakukan jaring aspirasi masyarakat (jasmas). (bae/nur)

Usai peralihan kewenangan SMA/SMK sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2014 ke Pemprov, datang banyak keluhan dari masyarakat.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News