Sabtu, 20 Oktober 2018 – 00:53 WIB

Curigai Bocah Aborijin, Department Store Australia Dikritik di Medsos

Senin, 12 Februari 2018 – 16:00 WIB
Curigai Bocah Aborijin, Department Store Australia Dikritik di Medsos - JPNN.COM

Bintang olahraga Australia yang kini menjadi pembicara motivasi, Joe Williams, telah menuduh petugas keamanan di sebuah department store di Sydney memparodikan anak-anaknya secara rasial.

Mantan pemain rugby di klub South Sydney tersebut mengatakan bahwa anak-anaknya dibiarkan merasa dipermalukan setelah dikuntit oleh petugas keamanan di department store David Jones di Pitt Street, pada hari Sabtu (10/2/2018).

Putranya Brodi, 13 tahun, keponakannya yang bernama Deminika, 12 tahun, dan putrinya yang bernama Phoenix sedang berbelanja bersama nenek mereka untuk menghabiskan uang Natal di Sydney.

Williams, yang merupakan warga Aborijin, menggunakan media sosial untuk melampiaskan frustrasinya, dan department store itu dengan cepat meminta maaf.

Skip Twitter Tweet

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

Williams mengatakan bahwa sang nenek terpaksa menghadapi para penjaga.

"Anak laki-laki membawa jaket di tangannya yang akan ia beli," kata Williams.

"Ibu dan pasangan saya ada di belakang mereka menyaksikan dan kemudian para penjaga berada di antara mereka dan mulai mengikuti mereka dengan saksama.”

"Ibu kemudian menarik penjaga dan bertanya 'Apa yang kalian lakukan dan mengapa Anda melakukannya?’.”

"Mereka tidak mengucapkan sepatah katapun dan cepat pergi. Tidak ada kata 'maaf', mereka langsung saja pergi."

Brodi (kiri) dan Phoenix Williams, anak dari mantan pemain rugby Australia, Joe Williams.
Brodi (kiri) dan Phoenix Williams, anak dari mantan pemain rugby Australia, Joe Williams.

Supplied

Anak-anak yang baik

Williams tak ikut serta dalam sesi belanja itu dan diberi tahu cerita tersebut oleh anggota keluarganya. Ia mengatakan, putranya terdampak akibat kejadian tersebut.

"Anak saya yang berusia 13 tahun adalah anak laki-laki yang sangat emosional dan ia merasa terhina begitu ia menyadari apa yang sedang terjadi," ujarnya.

"Pengalaman traumatis semacam ini bisa berpengaruh pada anak-anak selama bertahun-tahun. Hal seperti ini bisa merusak kepercayaan diri mereka.”

"Mereka adalah anak-anak yang baik, mereka telah memenangi penghargaan untuk berbicara di depan umum, mereka unggul di sekolah dan olahraga dan telah muncul dalam program televisi di sini dan di luar negeri.”

David Jones dikritik di medsos.
David Jones dikritik di medsos.

ABC News: Nic MacBean

"Insiden seperti ini membuat mereka merasa tidak cukup baik, mereka berpikir 'mengapa mereka mengikuti kami? Mengapa mereka tidak mengikuti orang lain? Mengapa kami dipandang lebih rendah dari mereka? Mengapa mereka berasumsi, tanpa mengenal kami, bahwa kami akan berbuat tidak baik?'."

Department store David Jones menjawab Williams melalui akun Twitter resminya, meminta maaf atas pengalaman tersebut dan mengundangnya untuk menghubungi perusahaan tersebut melalui email sehingga pihak mereka bisa menyelidiki insiden tersebut.

"Saya paham bahwa mereka mungkin telah mengontrak orang luar untuk menjaga keamanan, dan mereka tak bisa mengendalikan semua itu," katanya.

"Tapi pada akhirnya, itu terjadi di dalam toko mereka dan mereka harus bertanggung jawab atas hal itu. Hal ini membuat ketegangan dan trauma rasial terhadap anak-anak."

Pihak David Jones telah dihubungi untuk memberikan komentar.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

 
SHARES
Komentar