Dansatsiber Minta Prajurit TNI Jangan Bocorkan Rahasia Negara

Dansatsiber Minta Prajurit TNI Jangan Bocorkan Rahasia Negara
Foto bersama para pembicara pada acara Literasi Digital kepada prajurit TNI. Foto: dok. Kemenkominfo 

Sementara itu, Ketua Tim Literasi Digital Sektor Pemerintahan Niki Maradona menyampaikan bahwa acara literasi digital pemerintahan diselenggarakan secara kolaborasi antara Kementerian Kominfo dengan TNI. Para peserta diberikan materi yang terdiri dari empat pilar literasi digital.

“Empat pilar tersebut, digital skill, digital culture, digital ethics, dan digital safety akan disampaikan melalui dua tema yakni transformasi digital pemerintah dan netralitas ASN, serta penguatan keamanan data dan medsos di lingkungan TNI,” tuturnya.

Menurut Niki, literasi digital bagi TNI ini penting, karena perkembangan di era digital menimbulkan jenis-jenis ancaman baru terhadap kedaulatan negara yang harus diwaspadai oleh TNI dalam menjalankan tugas.

Ancaman tersebut antara lain serangan siber, yang dapat mencakup serangan DDoS (Distributed Denial of Service), pencurian data, dan sabotase sistem.

Selanjutnya propaganda yang mengancam keamanan nasional, penggunaan propaganda akan mengancam keamanan nasional melalui media sosial dan platform digital lainnya.

Berikutnya cyber terorist, di mana teknologi digital telah memberikan alat baru bagi kelompok teroris untuk melancarkan serangan dan merekrut anggota baru untuk merencanakan serangan.

Terakhir adalah state sponsored cyber attact, yaitu serangan siber yang disponsori negara atau kelompok yang bermaksud jahat dapat melakukan pengintaian atau pencurian informasi rahasia melalui jaringan digital.

Nikki menjelaskan bahwa para peserta yang mengikuti kegiatan Literasi Digital Sektor Pemerintahan di Denpasar Bali itu berjumlah 200 orang Prajurit TNI. Peserta terdiri dari tiga angkatan, yakni angkatan darat, angkatan udara dan angkatan laut. (esy/jpnn)


Dansatsiber meminta prajurit TNI jangan membocorkan rahasia negara maupun menyebar berita hoaks.


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News