Data Resmi: Belanja Pegawai Membengkak Gegara PPPK, Nasib 1,3 Juta Formasi 2024?

Data Resmi: Belanja Pegawai Membengkak Gegara PPPK, Nasib 1,3 Juta Formasi 2024?
Alokasi DAU sebagian untuk dukungan gaji PPPK. Foto: tangkapan layar paparan Kemenkeu pada Rakor Penataan Manajemen ASN Pasca-UU Nomor 20 Tahun 2023, Senin (6/11)/KemenPAN-RB.

Salah satunya dengan mengusulkan sejumlah poin penting terkait percepatan perekrutan 1 juta PPPK guru melalui Rancangan PP Manajemen ASN.

"Kemendikbudristek telah mengusulkan sejumlah penyelesaian PPPK guru maupun tenaga kependidikan (tendik) dalam RPP Manajemen ASN yang tengah disusun oleh KemenPAN-RB," kata Menteri Nadiem dalam rapat kerja Komisi II DPR RI dengan Kemendikbudristek pada Selasa (7/11).

Mas Nadiem menyebutkan sejak program 1 juta PPPK guru dilaksanakan pada 2021 hingga saat ini baru 544.292 guru honorer yang diangkat PPPK.

Pada 2023 masih dibutuhkan 601.386 guru ASN untuk sekolah negeri.

Nadiem mengungkapkan sejumlah solusi yang diusulkan untuk masuk dalam RPP Manajemen ASN adalah matketplace (ruang talenta), perekrutan oleh sekolah, dan penempatan pada formasi kurang peminat.

Belanja Pegawai Membengkak Gegara PPPK

Data resmi Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa dalam 5 tahun terakhir jumlah belanja pegawai ASN Daerah yang diperhitungkan dalam Dana Alokasi Umum (DAU) telah melebihi 50 persen dari pagu DAU Nasional.

“Prosentase belanja pegawai ASN Daerah dari tahun ke tahun cenderung meningkat seiring dengan penambahan pegawai PPPK dalam rangka memenuhi kekurangan guru dan tenaga kesehatan,” demikian petikan paparan Kementerian Keuangan pada Rakor Penataan Manajemen ASN Pasca-UU Nomor 20 Tahun 2023, Senin (6/11), dikutip dari resmi KemenPAN-RB.

Pada 2021, DAU yang sudah disalurkan oleh pusat sebesar Rp 377,7 triliun dan yang dipakai untuk belanja pegawai ASN Daerah sebesar Rp 222,89 triliun.

Seleksi CPNS 2023 dan PPPK 2023 menghadapi masalah serius, berkaitan dengan belanja pegawai yang terus meningkat. Ini data resminya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News