JPNN.com

Derita Suami Ciut Nyali Punya Istri Sering Pulang Telat dan Langsung Keramas

Kamis, 18 Juli 2019 – 23:48 WIB Derita Suami Ciut Nyali Punya Istri Sering Pulang Telat dan Langsung Keramas - JPNN.com

jpnn.com - Kisah tentang suami takut istri bukanlah cerita tanpa fakta. Donwori -bukan nama sebenarnya- adalah contoh tentang suami yang ciut nyali di hadapan istri.

Pria 44 tahun itu bahkan tak berani bersuara meski tahu istrinya -sebut saja Karin- berselingkuh dengan lelaki lain. Donwori memilih diam.

Saat ditemui di Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Surabaya belum lama ini, Donwori tampak duduk di bangku panjang di ruang tunggu. Dia ditemani saudara iparnya -panggil saja Kartolo- yang kemudian menceritakan nasib Donwori kepada Radar Surabaya.

"Sakno iku nasibe. Wes ra disenengi morotuo, ambek bojo yo disio-sio (Kasihan itu nasibnya. Sudah tak disukai mertua, sama istri juga disia-sia, red),” ujar Kartolo.

Biduk rumah tangga Donwori dengan Karin memang tak begitu baik sejak awal pernikahan. Seingat Kartolo, Donwori bisa dibilang telat menikah.

Selain itu, Karin juga sudah berumur di atas 30 tahun saat menyandang status sebagai Nyonya Donwori. Kartolo mengatakan, Donwori melepas masa lajangnya setelah ditawari menikah oleh ayah Karin.

Tanpa penjajakan, Donwori langsung menerima tawaran itu. Hanya dalam waktu dua bulan, Donwori dan Karin menikah.

Namun, belakangan ternyata ayah Karin tak menyukai Donwori. Alasannya adalah masalah ekonomi.

Setali tiga uang, Karin juga menyia-nyiakan Donwori. Karin memang keras kepala dan tak mau menerima masukan dari orang lain.

"Wong tuwone dewe ae dibantahi ae, opo maneh bojoe (Orang tua sendiri saja dibantah, apalagi suami, red),” tutur Kartolo.

Praktis, Karin seperti menjadi kepala rumah tangga. Dia mengatur semuanya, sedangkan Donwori hanya patuh saja dengan perintah sang istri.

Donwori bisa dibilang penyabar. Pria kalem itu mau melakukan apa saja agar istrinya tak marah-marah.

Namun, Karin seperti tak tahu diuntung. Dia malah ngelunjak dan seolah-olah menginjak-injak harga diri Donwori.

Puncaknya adalah ketika Karin berselingkuh dengan pria lain. Selingkuhan Karin adalah teman lama yang kembali bersua melalui Facebook.

Praktis Karin jarang menyapa Donwori. Kalau di rumah, Karin juga terus sibuk dengan ponselnya.

Namun, Donwori tak berani mencecar Karin. Alih-alih bertanya, Donwori justru curhat kepada Kartolo.

Curiga ya gak gelem takon langsung, malah bolak-balik curhate nang aku. Lha aku iso opo (Curiga pun tak mau bertanya langsung, malah bolak-balik curhat ke saya. Saya ini bisa apa, red),” tambah Kartolo.

Berkali-kali Kartolo mendorong Donwori untuk bertanya langsung ke Karin. Memang, Donwori sempat melakukan saran Kartolo.

Namun, Karin bukannya mengaku malah balik mendamprat Donwori. Setelah itu Karin tak menyapa Donwori hingga berhari-hari.

Akhirnya Donwori kembali tak berkutik. Sementara Karin makin berani karena sering pulang telat dan ketika sampai rumah langsung mandi keramas.

Hingga suatu saat Karin berterus terang sendiri. Ia menyodorkan berkas perceraian untuk ditandatangani Donwori.

Dalam gugatan itu Karin menulis, Donwori tak mampu menafkahinya dengan benar. Sementara Karin sudah bertemu dengan teman lama melalui Facebook.

Donwori pun tak bisa berbuat banyak ketika menghadapi gugatan cerai. Dia juga merasa percuma jika harus mempertahankan Karin.

"Lapo lek ancene gak kenek dicekel yo culno. Opo maneh awake ra diregani nek omah (Kalau memang tak bisa dipegang yang dilepaskan. Apalagi awake (Donwori, red) tidak dihargai, red),” ujar Kartolo.(opi/radarsurabaya/jpg)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...