Desa Ini Dulunya Dikenal sebagai Desa Memabukkan

Desa Ini Dulunya Dikenal sebagai Desa Memabukkan
Pemandangan Desa Hendrosari, Kabupaten Gresik, Jatim dari atas. Foto: ANTARA/H.O Kemendes

jpnn.com, GRESIK - Menyusuri jalanan di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur yang akan selalu tersirat untuk kawasan itu adalah daerah yang gersang dan panas, karena letaknya berada di pinggiran, atau jauh dari keramaian dan kebisingan perkotaan.

Di salah satu desanya, yakni Desa Hendrosari orang pada umumnya pasti mengenal sebagai desa memabukkan, karena di lokasi itu menjadi salah satu produsen minuman tradisional bernama tuak, yang dibuat dari buah siwalan difermentasi.

"Dulu kalau orang datang ke sini pulang-pulang pasti mabuk setelah meminum tuak tersebut," kata Kepala Desa Hendrosari, Asna Hadi Saputra, Rabu.

Namun kini, wajah gersang kawasan desa itu sudah berubah 90 derajat menjadi hamparan hijau dengan nama desa wisata Lontar Sewu.

Sempat viral serta menjadi 'jujugan' wisatawan milenial, terutama para Instagram mania yang ingin mencari gambar atau lokasi spot foto menarik, atau istilahnya instagramable.

Asna mengatakan, untuk mengubah cara pandang orang terhadap desa yang dipimpinnya tidaklah mudah, sebab membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Ia bersama warga sepakat mengubah stigma atau cara pandang orang luar terhadap desa itu dengan menggenjot potensi pohon siwalan yang sudah terkenal di wilayah setempat.

"Kami bersama masyarakat tergerak untuk mengubah cara pandang terhadap desa kami, dan mengubahnya menjadi peluang untuk mendatangkan wisatawan, sehingga ada perputaran uang di dalam desa," katanya.

Wajah gersang Desa Hendrosari yang dulunya dikenal sebagai desa memabukkan, kini berubah 90 derajat menjadi hamparan hijau dengan nama desa wisata Lontar Sewu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News