Desa Tarikolot, Terbaik Dalam Kelola Data untuk Pembangunan

Desa Tarikolot, Terbaik Dalam Kelola Data untuk Pembangunan
Tim Advisor Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi menggelar Focus Group Discussion Sistem Pengelolaan Data dalam Pembangunan Desa di Kantor Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Foto : Humas Kemendes

Dia mengatakan sebelum ada pengelolaan data di desanya, perencanaan dan penganggaran nyaris sama polanya setiap tahun cenderung didominasi pembangunan fisik (infrastruktur).

Selain itu, kepala desa dan masyarakat tidak memiliki data dan informasi yang memadai terkait layanan sosial dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

"Dengan adanya pengelolaan data seperti ini yang by name by address memudahkan desa untuk penyaluran bantuan," ungkapnya.

BACA JUGA : Salat Tarawih Tercepat Hanya di Sini, 10 Menit Kelar !

Sejalan dengan hal tersebut, Pejabat Kepala Desa Tarikolot Raden Ika Sudarmika mengatakan setelah ada sistem pengelolaan data dalam pembangunan desa dari perencanaan awal, sehingga dalam merancang APBDes bisa tepat sasaran dan program produktif, karena pembangunan tidak hanya infrastruktur tapi pemberdayaan masyarakat dan ekonomi.

"Dengan memiliki data mikro berbasis masyarakat yang by name by address memudahkan desa menyusun perencanaan dan penganggaran, kedua, menciptakan kepercayaan warga ke pemerintah desa karena terjadi transparansi, ketiga, mudah mengukur kinerja selama periode kepemimpinan kepala desa, dan keempat dapat dengan cepat mengambil keputusan. Dengan adanya pengelolaan data seperti ini, pemerintahan desa jadi tahu permasalahan dan solusi yang harus di ambil, misalnya saja, saat ini sudah jarang warga yang tidak memiliki MCK, atau anak putus sekolah berkurang," tuturnya.

Sementara itu, Haryono Suyono dari advisor Kemendes PDTT mengatakan bahwa membangun tanpa data, roadmap, tidak akan tepat sasaran karena data berguna untuk melihat dampak.

"Saya anjurkan daerah lain gunakan perencaan dan evaluasi dengan data yg cermat. Karena sekali bohong, tidak menguntungkan rakyat banyak. Jadi, setiap Musdes kalau perlu tidak hanya disajikan satu data. Tapi, dua atau tiga data untuk saling mengecek," ujarnya.

Dengan sistem pendataan di Desa Tarikolot lebih mudah menentukan program pemberdayaan dan lebih tepat sasaran.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News