Di Konferensi Nasional APHTN-HAN, Bamsoet Dorong Perlunya Sistem Demokrasi Ditinjau Ulang

Di Konferensi Nasional APHTN-HAN, Bamsoet Dorong Perlunya Sistem Demokrasi Ditinjau Ulang
Ketua MPR Bambang Soesatyo saat menyampaikan sambutan secara virtual di Konferensi Nasional Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN), Jumat (20/5). Foto: Dokumentasi MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR Bambang Soesatyo menilai sudah saatnya sistem dan berbagai desain institusi demokrasi dan pemerintahan harus ditinjau ulang.

Upaya tersebut bertujuan agar politik tidak dibiarkan sekadar menjadi perjuangan mencapai kekuasaan, melainkan menghadirkan berbagai kebijakan yang andal demi memenuhi visi dan misi negara.

Pria yang akrab disapa Bamsoet menyampaikan hal tersebut di Konferensi Nasional Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) yang berlangsung di Jakarta.

"Keberadaban bangsa dalam berdemokrasi menjadi salah satu kunci keberhasilan sebuah negara. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa berikhtiar untuk mencari yang terbaik bagi negara yang kita cintai," kata Bamsoet saat memberikan sambutan secara virtual pada acara tersebut, Jumat (20/5).

Ikhtiar dimaksud, lanjut Bamsoet, bertujuan agar tata kelola dalam bernegara, selain demokratis, juga bisa menghadirkan sistem politik yang baik dengan lahirnya para pemimpin yang dikehendaki oleh rakyat.

Ketua DPR ke-20 itu mengingatkan maraknya politik transaksional mengikis idealisme dan komitmen politik sebagai sarana perjuangan mewujudkan aspirasi rakyat.

Berkembangnya kecenderungan politik identitas dan sentimen primordial dalam kontestasi pemilu merupakan ancaman bagi masa depan demokrasi dan kebhinnekaan bangsa.

Di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota dilakukan pemilihan langsung kepala daerah hingga menyebabkan masing-masing kepala daerah lebih mengutamakan konstituen daripada hierarki di atasnya.

Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet menilai sudah saatnya sistem demokrasi di Indonesia harus ditinjau ulang. Begini alasannya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News