Di KTP Beragama Islam Tetapi Jarang Salat

Di KTP Beragama Islam Tetapi Jarang Salat
Much. Tiksan menjadi salah satu perintis berdirinya Masjid Ibadurrohman. Foto Indra Mufarendra/Radar Malang/JPNN.com

Niatan Tiksan mendirikan TPQ tentu saja untuk membentengi akidah anak-anak muslim di Desa Sidoasri. Sebab, dia melihat ada banyak umat muslim di desa tersebut yang tidak melaksanakan ajaran agamanya dengan sungguh-sungguh.

”KTP-nya Islam, tapi jarang salat,” ujar Tiksan yang sehari-harinya menjadi petani ini.

Sejak awal, TPQ yang dia rintis itu tidak menarik iuran tetap. ”Ya, seikhlasnya saja orang tua siswa itu mau ngasih berapa,” kata pria yang juga membuka usaha sampingan servis barang elektronik ini.

Saat ini, Tiksan tidak sendirian mengurus TPQ. Sebab, sedikitnya ada lima warga yang juga jadi pengajar bagi anak-anak TPQ.

”Selain Alquran, kami juga memberikan materi fikih kepada anak-anak,” ungkapnya.

Selama mengurus masjid juga TPQ, Tiksan tak pernah mengalami hambatan berarti. Untuk operasional misalnya, semua bisa di-cover kas masjid yang sumbernya dari donasi lewat kotak amal.

”Apalagi, waktu masih SMP-SMA, saya pernah mondok di PP Fatkhul Ulum Tirtoyudo. Di sana saya diserahi tanggung jawab merawat masjid. Jadi, saya tidak kaget lagi waktu diserahi tanggung jawab mengurus Masjid Ibadurrohman dan TPQ-nya,” ujar dia.

Kalaupun ada yang membuatnya sedih adalah setelah lulus SD, anak-anak biasanya tidak melanjutkan ngajinya di TPQ.

Much Tiksan berdakwah di kampung minoritas muslim dan menjadikan warga bersungguh-sungguh agar selaras di KTP beragama Islam dengan rajin salat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News