Di Tarakan, Baru 1.500 Guru Ikuti Uji Kompetensi

Di Tarakan, Baru 1.500 Guru Ikuti Uji Kompetensi
Di Tarakan, Baru 1.500 Guru Ikuti Uji Kompetensi
TARAKAN – Uji kompetensi guru serentak dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota, Sabtu (24/2). Tak terkecuali di Kota Tarakan, dan daerah lainnya di utara Kaltim. Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Aswadi mengatakan, uji kompetensi guru tahun ini terdaftar sebanyak 245 orang mulai tingkat TK (Taman Kanak-kanak) hingga SMA (Sekolah Menengah Atas). Jumlah tersebut berdasarkan surat keputusan Badan Pengembangan Sumber Daya Pendidikan dan Penjamin Mutu Pendidikan (BPSDMP-PMP).

Ke-245 guru yang terdaftar mengikuti uji kompetensi itu meliputi 80 orang dari tenaga pengajar di tingkat TK, dan 165 guru dari SMA/SMK, baik swasta maupun negeri se-Tarakan. Namun, kata Aswadi, dari jumlah peserta uji kompetensi yang berlangsung di SD 024 Kampung Bugis itu, hanya dihadiri sebanyak 243 orang.

“Artinya minus dua guru. Dari dua orang atau peserta itu, seorang di antaranya dipastikan gugur karena tanpa ada keterangan. Seorangnya lagi masih ada kesempatan untuk mengikuti uji kompetensi susulan karena berada di luar kota karena orang tuanya sakit,” kata pejabat Dinas Pendidikan Kota Tarakan itu.

Hanya saja, seorang guru yang mendapat kesempatan uji kompetensi susulan tersebut dapat mengikutinya di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kaltim di Samarinda dengan biaya transportasi dari kantong pribadi.

“Karena memang aturan sudah begitu, dan itu sudah risikonya,” tandas Aswadi.

TARAKAN – Uji kompetensi guru serentak dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota, Sabtu (24/2). Tak terkecuali di Kota Tarakan, dan daerah lainnya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News