JPNN.com

Diare Menyerang, 158 Warga Selamon Terkapar

Selasa, 26 Februari 2019 – 19:26 WIB Diare Menyerang, 158 Warga Selamon Terkapar - JPNN.com

"Jadi pada Minggu kemarin, yang datang memeriksakan kesehatannya dan terdentifikasi diare sebanyak 158 orang. Tapi yang dirawat dengan infus 23 orang. Kemudian mereka pulang kembali. Tadi (hari ini) datang lagi sebanyak 60 orang, tapi yang dirawat inap hanya 17 orang," jelas Sekretaris Dinas Kesehatan Maluku Tengah M Djali Talaohu kepada koran ini, Senin (25/2).

Menurutnya, pasien yang dirawat sebelumnya sudah dibolehkan pulang. Hanya ada 3 orang yang kembali lagi dan dirawat karena. “Ditambah dengan jumlah yang dirawat hari ini, maka total pasien yang dirawat 17 orang," katanya.

Dirinya juga belum bisa memastikan penyebab diare. "Hingga saat ini, belum dapat disimpulkan tentang penyebab diare. Informasinya, memang ada hajatan di Negeri Salamun, dan mayoritas pasien memang menghadiri hajatan dimaksud. Tapi itu belum bisa kita simpulkan karena harus melalui pemeriksaan feses pasien. Mudah-mudahan, hari ini sudah bisa dilakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab diare," kata Talaohu.

Menurut dia, penyebab diare bisa bermacam-macam. Bisa karena makanan, sumber air yang dikonsumsi dan persoalan sanitasi. “Setelah pemeriksaan nanti, semua bisa diketahui,” tambahnya.

Talaohu enggan menyebut kasus diare yang menimpa warga Negeri Salamun sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Sebab, menurutnya, meski banyak warga yang teridentifikasi diare, hanya 17 orang yang menjalani rawat inap.

“Kasus diare ini pun, dapat ditangani secara baik dan tidak mengakibatkan kematian. Meski begitu, penanganan intensif terus kita upayakan agar kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa,” tuturnya.

Kepala Pemerintah Negeri Salamun, Uslan Husein membenarkan adanya serangan diare terhadap warganya. Dia mengakui ada hajatan keluarga di Negeri Salamun sebelum kasus masyarakat terserang diare mengemuka. Namun dia enggan memberikan pernyataan bahwa kondisi yang ada murni karena makanan saat hajatan.

“Ada 17 warga kita yang saat ini masih dirawat. Perawatan kita pidahkan dari Pustu ke Balai Negeri karena alasan daya tampung pustu. Dokter dan tenaga kesehatan tiba di Salamun pada saat kejadian awal. Soal kemungkinan faktor makanan yang mengakibatkan kasus diare, itu kewenangan dokter memberikan keterangan. Tapi masalah air bersih tidak ada persoalan, jamban juga tersedia,” tandas Husein.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...