Dibantai Pembantunya, Pak Bos Meregang Nyawa

Dibantai Pembantunya, Pak Bos Meregang Nyawa
Foto Chamin Imron semasa hidup. Foto: Hangusman/ Samarinda Pos/JPNN.com

Informasi yang diperoleh, awal mula hingga Upik mengamuk dengan membabi buta tak ada yang mengetahui secara pasti.

Saat kejadian, seorang pegawai Imron yang bertugas menjaga loket bernama Tarbiyanur atau yang akrab dipanggil Tia sedang menjalankan tugas di ruangan yang ada di sisi kiri rumah.

“Saat itu saksi (Tia, Red) mendengar teriakan minta tolong korban (Imron, Red) dari dalam rumah. Penasaran, saksi lalu masuk mencari asal suara korban,” beber Kapolresta Samarinda Kombes Pol Eriadi, didampingi Kapolsekta Sungai Kunjang Kompol Apri Fajar Hermanto.

Ketika masuk, Tia melihat Imron sudah berhadap-hadapan dengan Upik di ruang makan yang terhubung langsung dengan ruang ruang dapur dan ruang tengah. “Saksi ketakutan dan langsung lari minta pertolongan keluar rumah,” imbuh Apri.

Saat itulah Tia bertemu dengan seorang pedagang cendol di sekitar lokasi kejadian. Lalu pria yang akrab dipanggil Mas Cendol oleh warga sekitar, masuk ke rumah Imron untuk melihat dan memastikan kondisinya.

Ketika itu Imron terlihat sudah bermandikan darah. Mas Cendol sempat berusaha melerai, namun takut mendekat karena khawatir jadi amukan Upik yang saat itu menggenggam sebilah pisau. Ketika Upik lengah, Mas Cendol langsung menarik tubuh Imron yang berlumur darah.

Saat bersamaan anggota Polsekta Sungai Kunjang datang ke lokasi kejadian dan membatu proses evakuasi Imron.

Pria yang selama ini dikenal ramah oleh tetangganya itu langsung digotong ke mobil patroli polisi dan dilarikan ke rumah sakit.

Chamim Imron (48), warga di Jalan Jakarta, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, menjadi korban pembunuhan sadis, Rabu (11/1)

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News