Selasa, 16 Juli 2019 – 19:35 WIB

Diduga Ada Permainan di Balik Hilangnya Suara PPP

Jumat, 10 Mei 2019 – 15:57 WIB
Diduga Ada Permainan di Balik Hilangnya Suara PPP - JPNN.COM

"Di dapil 4 (Depok, Berbah) kami memang tidak dapat kursi. Tapi supaya jelas semuanya kami meminta penghitungan plano diulang. Dibuka bersama dan disaksikan semua partai. Biar semua plong," pintanya.

Protes juga disuarakan Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman Koeswanto. Koeswanto bahkan meminta KPU Sleman merekap ulang perolehan suara di Kecamatan Depok. Itu atas dasar temuan adanya ketidaksesuaian DA-1 dan DAA 1 dengan plano C1. Hal itu terungkap dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara oleh KPU Sleman Selasa (7/5) malam.

Koeswanto menduga ada pergeseran suara yang berpotensi merugikan partainya. Sebaliknya, kondisi itu akan menguntungkan partai lain. Jika benar telah terjadi pergeseran suara, berarti ada penambahan suara di partai tertentu.

"Pergeseran suara kami duga terjadi di tingkat PPK. Itu yang menyebabkan data DA 1 dan DAA1 tidak sesuai dengan Plano C1," bebernya.

Dampak bagi PDI Perjuangan pun sangat signifikan. Partai berlambang banteng moncong putih itu terancam kehilangan satu kursi DPRD Sleman dari dapil 4. "Seharusnya kami dapat 3 kursi,” klaimnya.

Adapun tiga caleg PDI Perjuangan yang diyakini bakal melenggang ke parlemen Sleman, antara lain, Budi Sanyata, Dedie Kusuma, dan Susilo Nugroho. "Kami punya data semuanya. Makanya kami tetap bisa meraih 15 kursi," tambahnya.

Itulah yang menjadi dasar Koeswanto mendesak KPU Sleman merekap ulang perolehan suara di Kecamatan Depok. Dengan membuka plano C1. “Nah, jika ternyata plano C1 juga berubah (ada selisih perhitungan), kami minta untuk membuka kotak dan menghitung ulang surat suara,” tegas politikus asal Bantulan, Godean, Sleman, itu.

Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi membenarkan adanya protes PPP dan PDI Perjuangan. Menanggapi persoalan itu Trapsi lantas membuat tawaran bagi peserta rapat pleno. Plano akan dibuka jika memang ada ketidaksesuaian data.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar