Diduga Dukung OPM, Komisioner Bawaslu Puncak Dilaporkan ke Bareskrim

Diduga Dukung OPM, Komisioner Bawaslu Puncak Dilaporkan ke Bareskrim
Ilustrasi Bareskrim Polri. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Merah Putih Strategic Institute (MPSI) Noer Azhari melaporkan Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Puncak, GT, kepada Bareskrim Polri.

Pangkalnya, yang bersangkutan diduga terafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

"Benar, saya pada Kamis, 31 Agustus 2023 siang, melaporkan Saudara GT, anggota Bawaslu Kabupaten Puncak ke Bareskrim. Laporan sudah diterima," ucapnya saat dihubungi di Jakarta, beberapa saat lalu.

Dalam laporannya, Noer menyampaikan beberapa bukti pendukung. Misalnya, konten-konten GT tentang dukungan dan aktivitasnya pada OPM di media sosial.

"Konten-konten yang ini sempat saya screenshot sebelumnya dan sudah tidak bisa ditemukan karena sudah dihapus. Bahkan, yang bersangkutan juga sudah mengganti nama akun Facebooknya," katanya.

Noer berharap laporannya segera diproses karena diduga ada konspirasi jahat untuk memisahkan Papua dari NKRI melalui penempatan GT sebagai pimpinan Bawaslu Puncak. Ia menyebutnya sebagai perubahan strategi OPM dari perang asimetris menjadi perang simetris.

"Adanya perwakilan OPM duduk di Bawaslu akan memudahkan OPM menempatkan 'bonekanya' sebagai kepala daerah karena telah menguasai lembaga penyelenggara pemilu. Ketika ia terpilih jadi kepala daerah, upaya memisahkan Papua dari NKRI akan lebih mudah dan mulus daripada terus-terusan angkat senjata," tuturnya.

"OPM pun akan semakin mudah mendapatkan bantuan atau logistik karena bisa saja ada dana daerah (APBD) yang diselewengkan. Oleh karena itu, saya berharap kepolisian bisa mengusut kasus ini secara serius," imbuh dia.

Dalam laporannya, Noer menyampaikan beberapa bukti pendukung. Misalnya, konten-konten GT tentang dukungan dan aktivitasnya pada OPM di media sosial

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News