Kamis, 22 Agustus 2019 – 08:06 WIB

Dihantam Ombak, Dua Orang Nelayan Hilang

Kamis, 08 Desember 2011 – 06:23 WIB
Dihantam Ombak, Dua Orang Nelayan Hilang - JPNN.COM

TAHUNA - Nelayan Sangihe yang hilang akibat hantaman gelombang besar dan angin kencang terus bertambah. Sebelumnya 5 nelayan, kini bertambah 2  orang. Dua nelayan yang hilang itu yakni Samuel Kahidipang dan Uwo. Keduanya warga desa Nagha II  Kecamatan Tamako, Provinsi Sulawesi Utara.

“Dua warga ini hilang Senin (5/12). Hingga kini (kemarin) belum ditemukan. Laporan  hilanggnya dua nelayan ini baru kami terima,” ungkap Camat Tamako Piet Sahempa, Rabu (7/12). Keduanya hilang saat melakukan mencari ikan diseputaran laut Tamako.  “Pencarian tengah dilakukan,” kata Sahempa.

Dikson Bomboa (40), nelayan  Kelurahan Bungalawang Kecamatan Tahuna bersama Yusak Harikedua, Rome Mariahi, Wiston Manuhulending dan Cino Harikedua, warga Kampung Mahangetang Kecamatan Tatoareng yang hilang dilaut juga belum ditemukan. “Hingga malam ini (kemarin), warga yang hilang dilaut belum ditemukan,” ujar Kapolres Sangihe AKBP Hizar Siallagan SIK dan Kepala Kantor Kesbangpol Sangihe Drs IN Sombonaung.

Belum adanya kepastian ini tak menyulut semangat keluarga korban melakukan pencarian. Istri Dikson Bomboa, Filce Makikama pun turun langsung melakukan pencarian di laut. Bersama keluarga, Filce dan keluarganya menyisir wilayah laut Sangihe.

“Mencari keberadaan suami saya ini dilakukan sejak pagi hingga malam ini. Hasilnya belum ada kepastian keberadaan dimana suami saya,” ungkap Filce dan Farly Bomba. Dalam keletihan usai mengikuti tim pencarian warga yang hilang, Filce mengungkapkan tidak menyangka kejadian dan pergumulan berat ini akan menimpa suaminya dan keluarga mereka.

“Saya terus berharap suami saya bisa kembali dalam keadaan selamat. Berkumpul kami sekeluarga,” ungkap Filce. Sehari sebelum kejadian menimpa suami saya, ponakan kami sempat mimpi. Katannya, suami saya tengah di salah satu pulau lagi minta tolong.

Harapan itu terlihat di rumah kediaman korban di Bungalawang. Rumah yang terletak di lorong Titian terlihat dipenuhi sejumlah warga dan keluarga. Kehadiran mereka memastikan keberadaan Dikson Bomboa. “Doa dan usaha jadi harapan kami. Saya sangat berharap anak saya ini bisa kembali dalam keadaan selamat,” ungkap Adintje Gaghana, ibu Dikson Bomboa.(jeg)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar