Diiming-imingi ATM Berisi Rp9,9 Miliar, Kakek Tertipu

Diiming-imingi ATM Berisi Rp9,9 Miliar, Kakek Tertipu
Diiming-imingi ATM Berisi Rp9,9 Miliar, Kakek Tertipu

jpnn.com - KOTA - Modus para pelaku kejahatan saat ini semakin beragam dan terbilang unik. Berbagai macam cara termasuk merayu korban dan mengiming-iminginya dengan uang dalam jumlah banyak juga dilakukan untuk melancarkan aksinya.

Seperti dialami seorang kakek bernama Hasanatul Isror (64) warga Jalan Kenanga Gang Kencana Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Senapelan. Akibat termakan bujuk rayuan korban yang mengaku memiliki uang di rekening sebanyak Rp 9,9 miliar, korban menukarkan ATM miliknya yang berisi Rp 15 juta kepada pelaku. Namun setelah dicek, ternyata ATM milik pelaku tidak dapat dibuka sehingga uang korban raib.

Informasi yang dihimpun dari korban, pada Jumat (20/6) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, pelaku mendatangi korban yang saat itu menjaga toko di kawasan Jalan Ahmad Yani. Pelaku kala itu mengaku bernama Junaidi dan berasal dari Batam dan berniat meminta sumbangan kepada korban. Untuk melancarkan aksinya, pelaku mengajak korban menuju mesin ATM dan menunjukkan saldo rekeningnya yang berisi uang Rp 9,9 miliar.

"Saya waktu itu seperti terhipnotis dan menuruti semua perkataan pelaku, memang saat itu saya lihat di ATM uangnya ada 9,9 miliar, dan setelah itu dia meminta bertukar ATM dan juga meminta pin saya. Tanpa pikir panjang saya langsung memberikan. Tapi setelah dia pergi saya cek ATM-nya sudah tidak bisa dibuka lagi," tutur korban saat membuat laporan ke Mapolresta Pekanbaru.

Sadar telah menjadi korban kejahatan, Hasanatul lalu bergegas hendak memblokir rekeningnya. Namun belum sempat korban sampai ke bank, isi rekening sudah dikuras pelaku yang diketahui korban melalui SMS banking. Dia pun langsung membuat laporan ke Mapolresta Pekanbaru berharap pelaku dapat diringkus.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Arief Fajar Satria mengatakan telah menerima laporan korban, dan saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelakunya.

"Korban telah kita mintai keterangan untuk membantu dalam proses penyelidikan pelaku. Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelakunya dapat kita ringkus, kami harap masyarakat lebih waspada lagi karena biasanya tren kejahatan menjelang hari raya Idulfitri meningkat terutama kejahatan dengan modus hipnotis," tutup Kasat.(s/riaupos/jpnn)


KOTA - Modus para pelaku kejahatan saat ini semakin beragam dan terbilang unik. Berbagai macam cara termasuk merayu korban dan mengiming-iminginya


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News