Dikejar Tentara, 5 Aktivis Nekat Lompat dari Gedung, Banjir Darah

Dikejar Tentara, 5 Aktivis Nekat Lompat dari Gedung, Banjir Darah
Polisi Myanmar menyemprotkan kanon air ke arah pengunjuk rasa yang berdemonstrasi menentang kudeta militer dan menuntut dibebaskannya pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi, Naypyitaw, Myanmar, Senin (8/2/2021). Foto: ANTARA/REUTERS/Stringer/foc/cfo/aa.

"Tak ada organisasi besar di belakang dia," kata Tin Zaw, yang mengaku bangga dengan anaknya.

Soe Myat Thu, suami dari wanita berusia 29 tahun yang diyakini tewas dalam insiden itu, mengatakan kepada Reuters dirinya belum menerima jenazah istrinya.

"Saya sangat sedih istri saya meninggal. Dia meninggalkan seorang puteri," katanya lewat telepon.

Reuters tidak bisa mengonfirmasi apa yang terjadi dan juru bicara militer tidak menjawab telepon saat akan dimintai komentarnya.

Namun, berbagai laporan tentang insiden pada Selasa telah mengejutkan banyak orang di negara itu, yang tengah disorot dunia akibat banyaknya aksi kekerasan dan kematian.

Gambar-gambar sindiran tentang kejadian tersebut viral di media sosial, salah satunya menampilkan lima siluet orang yang melompat dari gedung ke kebun bunga matahari.

Tentara Myanmar telah membunuh sedikitnya 965 orang selama lebih dari enam bulan sejak kudeta, menurut Asosiasi Pendampingan bagi Tahanan Politik, kelompok aktivis berbasis di Thailand.

Junta militer telah membantah jumlah kematian sebanyak itu dan mengatakan bahwa banyak tentara juga menjadi korban pembunuhan. (ant/dil/jpnn)

Sejumlah aktivis prodemokrasi dikabarkan tewas setelah melompat dari atas gedung apartemen demi menghindari kejaran tentara junta


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News