Dilarang Merayakan Valentine, Begini Reaksi Siswa Bogor

Dilarang Merayakan Valentine, Begini Reaksi Siswa Bogor
Siswa SMU. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pendidikan mengeluarkan larangan merayakan hari Valentine. Larangan tersebut berlaku untuk seluruh siswa di Kota Hujan.

Lalu bagaimana reaksi para siswa terhadap larangan itu? Beberapa siswa SMA yang ditemui Radar Bogor nyatakan mendukung kebijakan tersebut.

Sugihartini Manik, siswi kelas 12 SMAN 8 Kota Bogor mengaku tidak merasa risih atau keberatan dengan larangan tersebut. Dia malah menilai pemerintah telah mengambil langkah yang tepat.

“Ya, bagus. Karena saya muslim, perayaan seperti itu memang tidak boleh dalam agama, ya saya sangat setuju,” ungkapnya.

Senada, M Rikza Afriyansyah, siswa SMAN 3 Kota Bogor juga mengaku tidak bermasalah dengan larangan tersebut.

“Kayaknya tidak perlu hari-hari tertentu menunjukkan kasih sayang ke teman, keluarga atau orangtua, tapi tiap hari juga bisa, menurut saya, yah,” kata Rikza.

Lagipula, sambungnya, biasanya valentine’s day pun dirayakan dengan foya-foya yang sangat merugikan. “Padahal kita anak muda tidak punya uang tetap, jadi tidak pantas saja foya-foya dengan pacar yang juga bukan siapa-siapa,” tandasnya. (ran/c/dil/jpnn)


 Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pendidikan mengeluarkan larangan merayakan hari Valentine. Larangan tersebut berlaku untuk seluruh siswa


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Radar Bogor

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News