Dinas Pendidikan Surabaya Mengusulkan Penambahan Tenaga Pengajar Lewat Perekrutan PPPK

Dinas Pendidikan Surabaya Mengusulkan Penambahan Tenaga Pengajar Lewat Perekrutan PPPK
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh. (ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya)

jpnn.com - SURABAYA — Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Jawa Timur, Yusuf Masruh menyatakan bahwa pihaknya mengusulkan penambahan tenaga pengajar kepada pemerintah pusat melalui perekrutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

"Kemarin, kan, sudah ada 1.513 usulan yang masih diproses. Terus untuk kuota tahun ini masih menunggu dari kementerian," kata Yusuf Masruh sebagaimana dikutip dalam siaran pers pemerintah kota di Surabaya, Jumat (5/5).

Menurutnya, Dinas Pendidikan Kota Surabaya mengusulkan penambahan tenaga pengajar untuk tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

"Kurang lebih kebutuhan guru SD dan SMP sekitar 800-an. Insyaallah sudah kami ajukan, koordinasikan, dan hitung bersama dengan bagian keorganisasian juga," ungkapnya.

Menurut Yusuf, pihaknya menyampaikan usulan penambahan tenaga pengajar itu karena saat ini jam kerja guru-guru di Kota Surabaya sudah melampaui 24 jam dalam sepekan. “Sekarang, kan, ada yang 28 jam sampai 30 jam dalam seminggu,” kata dia.

Setelah penambahan tenaga pengajar melalui perekrutan PPPK, Yusuf mengatakan, para guru diharapkan bisa menjalankan tugas secara optimal.

"Tugas guru itu kan bukan hanya mengajar, tetapi juga harus menyiapkan materi, badan harus fit juga. Lain dengan staf. Kalau jam mengajar guru terlalu banyak, kan, kasihan," pungkas Yusuf. (antara/jpnn) 

Dinas Pendidikan Kota Surabaya mengusulkan penambahan tenaga pengajar kepada pemerintah pusat lewat perekrutan PPPK.


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News