Disambut Antusias, Integrasi NIK & NPWP Mempermudah Pengurusan Pajak
jpnn.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) melakukan integrasi penggunaan nomor induk kependudukan (NIK) sebagai nomor pokok wajib pajak (NPWP).
Terobosan itu dilakukan karena pajak merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang menjadi tumpuan pembangunan.
Untuk itu, upaya optimalisasi penerimaan pajak mutlak dilakukan, salah satunya dengan melakukan terobosan-terobosan guna memudahkan wajib pajak dalam membayar pajak.
Integrasi NIK sebagai NPWP diluncurkan pada 14 Juli 2022 lalu. Namun, format lama masih tetap berlaku, hingga akhir Desember 2023.
Program tersebut rupanya mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Polling Institute, 48,5 persen warga sudah mengetahu Program NIK jadi NPWP.
Direktur Executive Polling Institute Kennedy Muslim mengatakan mayoritas publik yakin, penggunaan NIK sebagai NPWP akan lebih memudahkan dalam menunaikan kewajiban perpajakan.
Menurut Kennedy, indikasi adanya kenaikan penerimaan pajak ialah meningkatnya jumlah pemilik NPWP.
Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) melakukan integrasi penggunaan nomor induk kependudukan (NIK) sebagai nomor pokok wajib pajak
- Percepat Pemulihan Layanan BBM di Bali, Pertamina Patra Niaga Siagakan Operasional 24 Jam
- Soroti Kelangkaan BBM di Bali, Is Pusakata Desak Bahlil Mundur
- Dony Oekon Desak Pertamina Memastikan Pasokan Daerah Aman demi Atasi Antrean
- Antrean BBM Bukan Cuma di Bali, Dari Malam Sampai Pagi
- Antrean BBM di Bali, Bahlil: Dirut Pertamina Sudah di Sana
- BBM di Bali Langka hingga Sebabkan Antrean, Bahlil Sebut Karena Distribusi
JPNN.com




