JPNN.com

Disangka Penyusup, Belasan Pendukung Anies Baswedan Ditangkap Teman Sendiri

Selasa, 14 Januari 2020 – 19:32 WIB
Disangka Penyusup, Belasan Pendukung Anies Baswedan Ditangkap Teman Sendiri - JPNN.com
Salah satu massa aksi pendukung Anies Baswedan, Roni (kiri) dan orator massa pendukung Anies Baswedan, Lukman Abidin (kedua kiri) menerangkan mengenai 17 orang diamankan di Balai Kota Jakarta. Foto: Antara/Ricky Prayoga

jpnn.com, JAKARTA - Insiden salah tangkap mewarnai aksi massa pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di depan Balai Kota, Selasa (14/1). Entah karena suasana yang terlalu tegang atau kurang koordinasi, sejumlah peserta aksi malah ditangkap rekan-rekannya sendiri karena diduga penyusup.

Berdasarkan informasi yang dihimpun ANTARA di Jakarta, di tengah aksi tiba-tiba 17 orang ditangkap oleh salah satu ormas yang merupakan bagian massa pendukung Anies.

Mereka dianggap mencurigakan karena mondar-mandir antara Balai Kota dan Patung Arjuna Wijaya (lokasi konsentrasi massa anti-Anies). Mereka juga dicurigai karena mengenakan pakaian kumal.

"Diamankan karena gerak-gerik mencurigakan, mohon maaf mungkin karena pakaiannya kumal juga sehingga dicurigai," kata salah satu peserta aksi massa pendukung Anies, Roni saat ditemui di Balai Kota.

Belasan orang itu, kemudian diamankan di pos satuan pengamanan Balai Kota sebelum akhirnya diangkut ke mobil tahanan polisi untuk dibawa ke kantor polisi.

Namun, salah satu orator dari massa pendukung Anies, Lukman Abidin, mengklarifikasi bahwa 17 orang itu bukanlah provokator. Mereka adalah sesama pendukung Anies dari kelompok yang berbeda.

"Saya menjamin. Mereka bukan pendemo Anies. Yang diamankan itu, bukan provokator. Kenapa bukan, mereka bersama saya di depan. Bawa spanduk Pak Anies harus kerja tuntas dan mendukung kerja sampai tuntas," kata Lukman.

Lukman menjelaskan penangkapan itu terjadi saat massa pendukung Anies dipukul mundur setelah berusaha membubarkan kelompok kontra di Bundaran Patung Kuda. Namun, karena 17 orang ini mengenakan pakaian yang berbeda dengan massa di Balai Kota, timbulah kecurigaan.

Sumber Antara

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
adil