Disway Baru

Oleh: Dahlan Iskan

Disway Baru
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

Pasti karena perubahan ini. Semoga bukan karena terlalu lama berdiri antre minyak goreng curah.
Saya sendiri menyikapi perubahan ini sebagai ''itulah perjalanan hidup''.

Seperti juga perjalanan hidup saya. Tahun-tahun belakangan saya harus sering makan makanan yang tidak saya sukai: brokoli, pepaya, oatmeal, air putih –hanya karena itu penting. Antara suka dan penting ternyata harus disikapi berbeda.

Saya juga sering benci mengapa harus menulis setiap hari. Terutama di hari-hari sangat sibuk. Toh saya terus menulis. Di Disway lama yang saya sukai maupun di Disway baru –yang Anda sudah tahu. (*)


Berita Selanjutnya:
Minyak dan Gandum

Melihat perubahan ini saya pun seperti Anda. Saya lagi bertanya-tanya: Disway ini sedang menuju ke mana. Ke restoran? Ke kuburan?


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News