Dokter Praseno Menyarankan Pasien COVID-19 Tidur Tengkurap, Simak Penjelasannya

Dokter Praseno Menyarankan Pasien COVID-19 Tidur Tengkurap, Simak Penjelasannya
Ilustrasi penanganan pasien Covid-19.Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Dokter spesialis paru dari RSUP Persahabatan Jakarta, dr Praseno Hadi Sp.P menyampaikan sejumlah saran untuk para pasien COVID-19.

Dokter Praseno mengatakan tidur tengkurap atau posisi proning dapat menjadi terapi bagi pasien COVID-19 yang mengalami sesak napas saat melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Trik yang dapat dilakukan untuk pasien yang sesak napas, tidak punya oksigen di rumah satu caranya adalah coba tidur tengkurap secara berkala selama 30 menit atau 60 menit yang dilakukan berulang," kata Praseno yang juga paru konsultan KIC Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI pada konferensi pers harian PPKM Darurat yang dipantau secara daring di Jakarta, Minggu (4/7).

Dijelaskan, tujuan posisi tersebut adalah agar distribusi oksigen dalam paru menjadi lebih merata.

Jika pasien tidak sanggup tidur tengkurap bisa dilakukan posisi tidur miring ke kanan atau ke kiri, tambah dia.

Sesak napas menjadi salah satu tanda khas yang dialami pasien COVID-19 karena mengalami kekurangan oksigen akibat infeksi paru yang berlebihan. Karena itu kebutuhan oksigen menjadi penting.

Sementara kondisi saat ini, orang-orang mengantre di mana-mana mencari oksigen. Bahkan oksigen menjadi mahal dan langka. Begitu pula dengan rumah sakit banyak yang mengalami kekurangan oksigen.

Selain melakukan posisi tidur tengkurap, menurut dr Praseno, saat ini juga penting untuk memiliki alat oximeter untuk mendeteksi saturasi atau tingkat oksigen di dalam darah seseorang.

Dokter spesialis paru dari RSUP Persahabatan Jakarta, dr Praseno Hadi Sp.P menyarankan pasien COVID-19 tidur tengkurap.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News