Dokter Saham

Oleh: Dahlan Iskan

Dokter Saham
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Sebagai perusahaan mobil baru yang belum bisa menjual mobil 1 juta unit/tahun, Tesla sudah mengalahkan Ford begitu telak.

Elon Musk sendiri lantas menjadi orang terkaya di dunia. Mengalahkan pemilik Google maupun big tech lainnya.

Kalau saya hitung, nilai short yang akan dilakukan Burry saat itu adalah USD 534 juta. Atau sekitar Rp 7 triliun. Untuk mendapatkan saham Tesla sebanyak 800.100 lembar. Itu berarti satu saham berharga sekitar USD 660.

Dengan langkahnya itu, Burry minta izin ke otoritas pasar modal. Siapa yang mau jual saham ke Burry. Dengan harga itu. Tentu Tesla tidak mau. Harga saat itu sudah di atas USD 700/saham.

Namun, Burry memprediksi harga saham Tesla akan jatuh berkeping. Akan jauh di bawah nilai short itu.

Maka kalau ada yang menyerahkan sahamnya ke Burry, dengan harga itu, kelak, kalau harga saham jatuh, masih bisa menjual dengan harga short tersebut.

Memang Burry tidak berhasil melakukan short. Namun, harga saham Tesla langsung turun. Dan terus turun. Terakhir, di catatan saya, harga saham Tesla ''tinggal'' USD 576/saham. Nilai perusahaan Tesla pun turun drastis.

Elon Musk tidak lagi menjadi yang terkaya di dunia –menjadi nomor dua.

Benny Tjokrosaputro diancam lagi hukuman seumur hidup. Yang pertama untuk kasus Jiwasraya, kedua terkait Asabri.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News