Dokter Spesialis Bantah Anggapan Keliru Vaksin Moderna dan Autoimun

Dokter Spesialis Bantah Anggapan Keliru Vaksin Moderna dan Autoimun
Ilustrasi - Tim Satgas Covid-19 DKI Jakarta menempelkan stiker di rumah yang penguninya sudah divaksinasi di kawasan RW 05 Sunter Agung, Jakarta Utara, Jumat (13/8/2021). Foto: Ricardo/jpnn.com

Saat ini diperkirakan ada lebih dari 80 jenis penyakit yang digolongkan dengan penyakit autoimun.

Beberapa di antaranya lupus, multiple sclerosis, penyakit Graves dan tiroiditis Hashimoto.

Aru juga menyarankan pasien kanker mendapatkan vaksin COVID-19.

Menurut dia, pengecualian diberikan pada pasien yang sedang mengalami penurunan kekebalan akibat kemoterapinya.

"Dokter onkologi yang bisa menyatakan dia bisa atau tidak (divaksin). Lebih baik siap untuk meng-handle efek samping dari vaksin, kadang-kadang hanya dengan istirahat atau diberi obat daripada kalau kena COVID-19," ucapnya.

Hal senada dikemukakan dokter spesialis penyakit dalam subspesialisasi hematologi-onkologi medik di RSCM dr Ikhwan Rinaldi.

Dia menyatakan dokter nantinya yang memberikan rekomendasi pada pasien terkait bisa tidaknya disuntik vaksin COVID-19.(Antara/jpnn)

Dokter spesialis penyakit dalam membantah anggapan keliru soal vaksin Moderna dan orang dengan autoimun.


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Sumber ANTARA

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News