Dongkrak Pendapatan PNS, TNI-Polri dan Pensiunan, Bukan Beri Stimulus Kepada Pengusaha

Jadi memberi stimulus kepada yang mampu (pengusaha) justru malah meningkatkan spekulasi, bukan menggerakkan ekonomi.
"Justru memberi stimulus kepada yang besar malah meningkatkan spekulasi bukan meningkatkan recovery atau pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Pemerintah diminta belajar mengatasi ekonomi seperti di era Presiden KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur, yang kini juga ditempuh oleh India dan Turki untuk membangkitkan ekonomi.
"Belajarlah kepada India dan Turki saat ini kenapa mereka rebound sedangkan kita enggak ada kemajuan berbulan-bulan," ujarnya.
Presiden Gus Dur konsisten memompa daya beli masyarakat menengah ke bawah selama krisis, termasuk konsisten menaikkan gaji pegawai negeri dan TNI/Polri.
"Gaji PNS, TNI/Polri, pensiunan, naik 125 persen. Kemudian kami restrukturisasi kredit kecil dan sebagainya. Ekonomi kemudian bangkit dari minus 3 menjadi 4,5 persen, atau naik 7,5 persen dalam waktu 21 bulan. Ekspor naik dua kali lipat. Gini ratio terendah dalam sejarah. Kemiskinan juga berkurang 5 juta setiap tahunnya," pungkas Rizal Ramli.(esy/jpnn)
ekonom Rizal Ramli mengatakan untuk mencegah krisis lebih baik mendongkrak daya beli masyarakat ketimbang beri stimulus kepada pengusaha
Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad
- Azka Aufary Ramli Ajak Pengusaha dan Pekerja Berkolaborasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan
- Prabowo Bertemu 19 Perusahaan Raksasa Korea, Dapat Investasi Rp 259 Triliun
- Pengusaha HM Hoosnaini Iskandar Pilih BNI Sebagai Mitra Bisnis, Begini Alasannya
- Dituduh Menelantarkan Anak & Istri, Bambang Wuragil Merespons Begini
- Dilaporkan ke Polda Jateng, Bambang Wuragil Dituduh Telantarkan Anak
- Wali Kota Surabaya Ancam Pengusaha Tahan Ijazah Karyawan, Tegas!