Dorong Pemanfaatan Lahan Rawa, Kementan Gandeng Petani Muda

Dorong Pemanfaatan Lahan Rawa, Kementan Gandeng Petani Muda
Mentan Amran.ilustrasi. Foto: Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan bersama program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) akan menyelenggarakan Pemilihan Young Ambassador Agriculture (YAA) dan YAA Lahan Rawa. Kementan akan memilih 50 duta petani muda program YESS.

Menurut Menteri Pertanian Amran Sulaiman, salah satu fokus pihaknya ialah pemenuhan kebutuhan pangan dan mencapai kembali swasembada yang pernah diraih pada 2017, 2019, dan 2020.

“Salah satu program untuk mencapai hal tersebut melalui optimalisasi pemanfaatan lahan rawa dalam peningkatan produksi pangan. Program tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, penyuluh, dan petani khususnya petani muda,” tuturnya dalam dalam konferensi pers yang dilangsungkan, Senin (12/2).

Sementara Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi menyatakan upaya peningkatan produksi pangan melalui optimalisasi lahan rawa terus dilakukan.

“Young Ambassador Agriculture merupakan kegiatan pemilihan dan pelatihan petani atau pengusaha muda sektor pertanian dari seluruh Indonesia, untuk dapat menjadi duta Program YESS. Tujuannya mempromosikan dan mengajak kaum muda di wilayah Program YESS untuk terlibat secara aktif di sektor pertanian,” tutur Dedi.

Dia juga menjelaskan Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) adalah program kerja sama antara Kementan dengan International Fund For Agricultural Development (IFAD).

“Partisipasi aktif sasaran program yaitu petani muda terus didorong dalam rangka mencapai target tersebut,” lanjutnya.

Sementara Kepala Pusat Pendidikan Pertanian dan Direktur Program YESS Idha Widi Arsanti menjelaskan secara detail tema dan mekanisme pemilihan.

Kementan mendorong pemenuhan kebutuhan pangan dan mencapai kembali swasembada yang pernah diraih pada 2017, 2019, dan 2020.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News