Dosen dan Profesor tak Harus Menulis di Scopus

Dosen dan Profesor tak Harus Menulis di Scopus
Ali Ghufron Mukti. Foto: Ali Ghufron Mukti for Jawa Pos

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) itu berharap, peraturan ini nantinya mampu menambah jurnal-jurnal nasional yang bereputasi.

Kemenristekdikti, lanjut Ghufron, saat ini sudah memiliki aplikasi Science and Technology Index (SINTA) untuk mendeteksi produktivitas dosen dan profesor Indonesia dalam menerbitkan publikasi.

“Saya ingin meluruskan bahwa bukan berarti indeks Scopus dan indeks lainnya sudah tidak diperlukan. Indeks-indeks jurnal tersebut tetap digunakan untuk memastikan mutu dari publikasi yang dihasilkan oleh seorang dosen atau profesor memang benar-benar baik. Di sisi lain, kami membenahi supaya jurnal-jurnal nasional bisa bereputasi,” tutur Ghufron. (esy/jpnn)


Para dosen dan profesor tidak harus menulis di jurnal terindeks Scopus, tapi bisa juga di Copernicus, Thomson, dan lainnya.


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News