JPNN.com

Dosen UGM Ini Malu Punya Anggota Dewan Seperti Bu Hanum Rais

Minggu, 13 Oktober 2019 – 19:00 WIB Dosen UGM Ini Malu Punya Anggota Dewan Seperti Bu Hanum Rais - JPNN.com
Hanum Rais. Foto: instagram/hanumrais

jpnn.com, YOGYAKARTA - Twit anggota DPRD Yogyakarta Hanum Rais yang diduga terkait dengan insiden penusukan terhadap Wiranto, dikecam banyak pihak, termasuk dari kalangan almamaternya sendiri Universitas Gadjah Mada (UGM).

Salah seorang dosen UGM, Bagas Pujilaksono Widyakanigara mengaku malu mempunyai anggota dewan seperti Hanum. “Jujur, saya sebagai dosen UGM dan warga Jogja amat malu mempunyai anggota dewan seperti Bu Hanum Rais,” ujar Bagas, Minggu (13/10).

Menurut Bagas, apa yang diucapkan oleh Hanum Rais di media sosial memang merupakan bentuk kebebasan berbicara. Namun, sayangnya kebebasan itu tidak berdasar fakta kebenaran. Sama seperti hoaks dalam kasus Ratna Sarumpaet beberapa waktu lalu.

“Apa yang disampaikan Bu Hanum Rais di medsos soal musibah yang menimpa Pak Wiranto, menurut saya adalah fitnah keji, karena tidak berdasar atas fakta kebenaran dan sangat berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” ujar pengajar sarjana dan pascasarjana di Fakultas Teknik UGM ini.

Dosen UGM Ini Malu Punya Anggota Dewan Seperti Bu Hanum Rais
Bagas Pujilaksono. Foto: dok, source for JPNN.com

“Bagaimana bisa seorang anggota dewan yang terhormat yang sudah disumpah setia pada NKRI dan Pancasila, tega berperilaku politik ganjil jauh dari nilai-nilai luhur agama, etika dan moral?” imbuhnya.

Sebagai anggota DPRD Provinsi DIY, kata Bagas, Hanum Rais semestinya berpijak pada politik negara. “Dan juga menjaga muruah keluarga besar Amien Rais. Saya sangat menghormati Pak Amien Rais,” ujar Ph.D dari Chalmers University of Technology itu.

Bagas mendukung pihak-pihak yang telah melaporkan Hanum Rais ke pihak kepolisian atas ucapannya di media sosial. Selain untuk membuktikan ucapan Hanum, pelaporan ini juga penting untuk pembelajaran masyarakat terkait perilaku di media sosial yang semakin bablas, sehingga menimbulkan hoaks dan fitnah.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...