Driver Taksol Itu Teriak Allahuakbar saat Lehernya Dijerat

Driver Taksol Itu Teriak Allahuakbar saat Lehernya Dijerat
Driver taksi online M Aji Saputra yang menjadi korban perampokan disertai pembunuhan. Foto: sumeks.co.id

Begitu juga tersangka Willi, secara bergantian menusuk korban dengan obeng. Korban sempat meronta dan berteriak AllahuAkbar sambil membuka pintu mobil. Namun, para pelaku cepat menutup pintu. 

Korban lalu ditusuk lagi berkali-kali di sekujur tubuhnya hingga akhirnya tidak bergerak lagi. Para pelaku membawa dan membuang korban di Desa Mangun Jaya. Aksi keji pembunuhan terhadap korban tergambar pada adegan 14 hingga 22.

"Tergambar jelas bagaimana sadisnya ketiga pelaku," ujar Kasubdit III, AKBP Yoga Baskara Jaya.

Pamen berpangkat melati dua itu menyebut, rekonstruksi tersebut untuk melengkapi berkas perkara kedua tersangka untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan. "Kedua tersangka kami jerat dengan pasal 340, 338, dan 365," ujarnya.

Sedangkan jenazah tersangka Bambang diserahkan secara resmi ke pihak keluarga. "Oleh pihak keluarga tersangka, pemakamannya diserahkan ke pihak kepolisian. Jenazahnya sudah kami makamkan di TPU Kamboja," pungkasnya.

Saat rekonstruksi berlangsung, keluarga korban tak kuasa menahan emosi. Berkali-kali berteriak ke arah kedua tersangka. "Semoga kalian berdua dihukum mati. Nyawa dibalas nyawa," teriak istri korban, Cyntia.

Terpisah, tersangka Yogi mengaku dirinya membakar baju dan celana korban untuk menghilangkan identitas korban. "Saya mau pulang ke Lampung, tapi tak ada ongkos. Makanya saya mau diajak merampok," akunya.

Sedangkan tersangka Willi mengaku, dirinya pengangguran. Dirinya mau diajak Bambang cari kerja di Kalimantan. "Kami cari ongkos sama-sama dengan cara merampok. Mobil korban belum sempat kami jual," tukasnya.

Rekonstruksi kasus pembunuhan driver taksi online Grab, M Aji Saputra digelar di Mapolda Sumsel, Kamis (20/6).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News