Dua Krisis, Indonesia Tetap Stabil

Dua Krisis, Indonesia Tetap Stabil
Dua Krisis, Indonesia Tetap Stabil
"Indonesia cukup kuat menghadapi krisis. Terbukti setelah melalui dua krisis keuangan tersebut,dampak parah dari krisis finansial pada tingkat rumah tangga dapat dicegah," kata Dedi.

      

Selain tiga upaya di atas, dijelaskan Dedi, belajar dari berbagai krisis yang terjadi, sejak tahun 2009, Bappenas telah membentuk tim kecil yaitu tim monitoring dan tanggapan krisis. "Tim ini telah ditugaskan memantau dampak krisis keuangan tahun 2008 terhadap kesejahteraan rakyat dan membantu merumuskan langkah-langkah yang diperlukan untuk membantu masyarakat mengatasi dampak krisis," kata Dedi.

      

Dedi mengatakan, saat terjadi krisis pada tahun 1997-1998, Indonesia mengalami shock. Karena tidak memiliki pengalaman dan sistem respon krisis, berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan. Namun saat krisis 2008, Indonesia sudah memiliki early warning system atau sistem peringatan dini terjadinya krisis keuangan yang berdampak sistemik.

      

"Meski sistem peringatannya masih jelek, paling tidak kita sudah punya. Kita terus berupaya agar early warning system untuk manajemen bencana mudah-mudahan juga dapat disiapkan untuk menangani fluktuasi sosial dan ekonomi," kata Dedi.(afz/jpnn)

JAKARTA- Dalam 15 tahun terakhir, Indonesia telah mengalami dua kali krisis keuangan. Hasilnya, Indonesia terbukti mampu melewatinya bersama dua


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News