Duka Warga yang Tertembak Peluru Aparat di Pelabuhan Sape

Ditinggal Kekasih karena Kaki Lumpuh

Duka Warga yang Tertembak Peluru Aparat di Pelabuhan Sape
Ismail Abdullah 55,warga Desa Rato, Kecamatan Lambu, Bima, mengalami banyak luka tembak di dadanya. Bahkan peci yang dikenakannya tertembus peluru petugas saat peristiwa kerusuhan di Pelabuhan Sape 24 Desember 2011. Foto : Boy Slamet/Jawa Pos

Seperti warga lainnya, Arif pun tersulut dan ikut menentang. "Dia ikut demo, saya yakin, karena kesadarannya. Bukan karena provokasi warga lainnya," ujar Siti.

 

Tewasnya Arif disaksikan langsung oleh Siti. Arif tertembak sekitar 200 meter dari Pelabuhan Sape. Dada kirinya tertembus peluru dan tewas seketika. Siti juga menjadi korban. Perempuan yang bekerja sebagai petani tersebut terkena tembakan di paha kanan. Namun, luka itu tak berakibat fatal karena bisa tertolong tim medis.

 

Korban tewas lainnya adalah Saiful, 18, siswa kelas XII SMAN 1 Lambu. Menurut kesaksian sejumlah warga, Saiful tertembak saat menolong Arif di depan SPBU Desa Bugis. "Padahal, saat itu dia sudah angkat tangan. Dia tidak bawa apa-apa," tutur Salfina Juliani, 15, seorang pelajar yang juga menjadi korban. Betis kiri siswi SMAN 1 Kota Bima itu juga terkena peluru. Beruntung, luka yang dialami tak begitu parah.

 

Salah satu di antara puluhan korban luka adalah Sahabudin. Dia sejatinya tidak ikut berdemo saat kejadian. "Saya memang pernah ikut, tapi dua hari sebelum kejadian," tuturnya.

Tragedi di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), 24 Desember lalu, menyisakan duka mendalam bagi para korban. Ada yang kehilangan nyawa,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News