Dunia Usaha Harus Terus Hidup dengan Pola Baru

Dunia Usaha Harus Terus Hidup dengan Pola Baru
Ilustrasi New Normal. Foto:Ardisa Barack/JPNN

Sementara itu, mantan Menteri Keuangan yang juga Komisaris Utama PT Bank Mandiri Chatib Basri mengatakan untuk mengatasi dampak COVID-19 juga perlu adanya perlindungan sosial bagi masyarakat.

Dia bercerita, dalam menghadapi krisis pada 2008 pada kondisi ekonomi eksternal rusak, pemerintah membuat stimulus yang difokuskan kepada domestik.

Pemerintah menggunakan kebijakan fiskalnya untuk daya beli masyarakat dan juga memberikan potongan pajak terhadap industri.

"Sama halnya hari ini pemerintah dalam memulihkan ekonomi di era new normal haruslah menggunkan banyak opsi, termasuk meningkatkan penjaminan terhadap UMKM baik kecil maupun menegah," jelas dia juga dalam diskusi.

Dari aspek sosial, Akedimisi UI Imam Prasodjo menyebut setelah pandemi COVID-19 siapa pun yang bertahan akan menghuni dunia yang sangat berbeda dari sebelumnya. Dunia baru dengan cara hidup yang baru dengan pengawasan totaliter dalam penerapan protokoler dan solidaritas.

"Yang bertahan dari corona akan mengalami hal itu," jelas Imam.

Dewan Penasihat Jenggala Center, Iskandar Mandji mendorong pemerintah untuk serius dalam pembuatan kebijakan terkait penangan Covid-19.

“Kita semua tahu bahwa pandemi COVID-19 adalah permasalahan yang membutuhkan jalan keluar serius, pemerintah tidak boleh maju mundur dalam hal ini. Perlu penetapan kebijakan yang optimal,” beber dia juga dalam diskusi.

Ketua Umum Perempuan Jenggala Vicky Kartiwa menyebut pemulihan ekonomi di era new normal harus segera dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News