Ekonom Sebut Hilirisasi Nikel Pacu Perekonomian Daerah

Ekonom Sebut Hilirisasi Nikel Pacu Perekonomian Daerah
Riset Indef mencatat hiliriasai nikel menjadi salah satu mineral tambang yang memberi manfaat besar untuk kesejahteraan rakyat. Foto: CARLOS ALONZO / AFP

jpnn.com, JAKARTA - Sebuah studi yang baru saja diterbitkan oleh Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) mengungkapkan bahwa nikel menjadi salah satu mineral tambang yang memberi manfaat besar untuk kesejahteraan rakyat.

Riset tersebut mengungkap fakta bahwa nilai investasi nikel telah memberikan dampak positif bagi perekonomian di daerah penghasil.

Namun, dampaknya menjadi lebih signifikan jika produk yang dijual telah melalui hilirisasi dan menambah nilai keekonomian dari produk mineral ini.

Melalui studi yang berjudul “Dampak Investasi Sektor Pertambagan Terhadap Kinerja Perekonomian Nasonal dan Regional”, INDEF mencatat ada empat provinsi penghasil nikel terbesar di Indonesia yang mengalami peningkatan realisasi investasi di sektor hilir.

Keempat Provinsi tersebut di antaranya adalah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara yang telah berkontribusi pada penerimaan investasi di sektor pertambangan hingga 83,35 persen selama 2021.

Pada riset tersebut disimpulkan bahwa hilirisasi nikel di Provinsi Sulawesi Selatan memberikan dampak yang sangat baik.

Ekonom INDEF yang mengetuai tim riset ini Rizal Taufikurahman mengatakan Sulawesi Selatan dapat menjadi salah satu contoh pengelolaan nikel di Indonesia.

"Riset kami menyimpulkan bahwa terlepas produksi bijih nikel yang lebih rendah dibanding daerah lain, tetapi dampak ekonomi dari per satuan nikel yang diolah memberikan dorongan dan kontribusi lebih tinggi terhadap PDRB-nya. Hal ini terjadi karena di provinsi ini pertambangn nikel sudah pada tingkat hilirisasi,” ungkap Rizal dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (8/3).

Riset Indef mencatat hiliriasai nikel menjadi salah satu mineral tambang yang memberi manfaat besar untuk kesejahteraan rakyat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News