Selasa, 25 Juni 2019 – 15:02 WIB

Ekonomi Indonesia Bisa Ekspansi Hingga 2016

Rabu, 15 Desember 2010 – 15:20 WIB
Ekonomi Indonesia Bisa Ekspansi Hingga 2016 - JPNN.COM

JAKARTA - Pengamat ekonomi dari Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa ekonomi Indonesia saat ini berada pada posisi puncak. Ekspansi perekonomian Indonesia katanya, diperkirakan akan berlangsung hingga tahun 2016. Kondisi ekonomi riil masyarakat pun diprediksi akan semakin baik.

"Prospek ekonomi sampai 2016 akan cerah, pertumbuhan ekonomi akan tumbuh sampai 6 persen, bahkan jauh lebih baik lagi. Sebagai gambaran, ekspansi perekonomian Indonesia dari tahun 2003 hingga pertengahan 2008, telah mendorong IHSG tumbuh dari level 370 menjadi 2.700, atau rata-rata tumbuh sekitar 49 persen per tahun," ungkap Purbaya, dalam seminar Peran Rights Issue BUMN, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (15/12).

Namun, kata Purbaya pula, pertumbuhan ekonomi ini akan lebih bagus lagi, bila didukung oleh peranan dari suku bunga (BI rate) yang kompetitif. Dikatakannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia memang sangat dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Data historis menunjukkan, suku bunga di bawah 10 persen akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Kalau suku bunga bisa lebih rendah, maka pertumbuhan ekonomi akan lebih cepat. Hanya saja sayangnya, respon dunia perbankan kita pada dunia moneter masih kurang baik, dan bunga pinjaman sulit turun," ucapnya pula.

Dijelaskan Purbaya lagi, meskipun BI rate sudah turun dari 9,5 persen pada bulan November 2008, menjadi 6,5 persen pada bulan Agustus 2009, namun suku bunga pinjaman hingga saat ini hanya turun sedikit. Akibatnya, gap antara suku bunga pinjaman dan BI rate makin melebar. Hal ini menurutnya, mengindikasikan kebijakan moneter di Indonesia masih kurang efektif.

"Kondisi ini tidak baik bagi perekonomian secara nasional, bahkan cenderung menghambat. Karena kalau dibandingkan di negara-negara tetangga kita, suku bunga mereka lebih cepat turun, sehingga ekonomi mereka lebih berjalan efektif," papar Purbaya. (afz/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar