Eksploitasi Buruh Migran di Australia, Ini Sektor-Sektor yang Wajib Diwaspadai

Eksploitasi Buruh Migran di Australia, Ini Sektor-Sektor yang Wajib Diwaspadai
Mark Morey, seorang pengurus serikat pekerja di Sydney, berbicara dengan Anna, pekerja kebersihan yang dibayar dengan upah lebih rendah dari ketentuan upah minimum. (ABC News: Isobel Roe)

Ia mendapatkan pekerjaan di bidang pelayanan kebersihan dengan bayaran murah.

Perempuan berusia 30 tahun, yang memiliki pengalaman profesional selama dua tahun dan sedang kuliah di Sydney, belum lama ini mencari lowongan kerja melalui situs 'Gumtree'.

"Saya melihat sebuah iklan yang mencari pekerja berpengalaman," katanya.

"Dia langsung menerima dan meminta saya mulai uji coba bekerja keesokan harinya," ujar Anna.

Eksploitasi Buruh Migran di Australia, Ini Sektor-Sektor yang Wajib Diwaspadai Photo: Lowongan kerja sebagai pekerja kebersihan termasuk yang paling banyak menawarkan upah di bawah ketentuan. (Flickr: Pam Loves Pie)

 

Upah minimum untuk pekerja kebersihan dengan status pekerja kasual adalah AU$27.40 per jam, atau sekitar Rp270 ribu.

Tapi menurut Anna pemilik perusahaan 'cleaning service' yang juga memiliki cabang di beberapa kota lainnya hanya menawarkan gaji $20 per jam.

"Saya bilang tidak mau karena gaji itu terlalu rendah dengan pengalaman dua tahun yang saya miliki," katanya.

Sembilan dari 10 iklan lowongan kerja (loker) yang ditulis dalam bahasa asing dan menargetkan pekerja migran di Australia, secara terang-terangan menawarkan gaji di bawah ketentuan upah minimum

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News