Copa del Rey

El Clasico Kamis Pagi Nanti jadi Ujian 100 Hari Solari

El Clasico Kamis Pagi Nanti jadi Ujian 100 Hari Solari
Santiago Solari. Foto: AFP

Selain itu, ini jadi El Clasico pembuka bagi Solari dan Sergio Ramos dkk sebelum harus melalui dua tantangan serupa dalam 30 hari ke depan. Setelah leg pertama Copa del Rey, kedua klub akan kembali bertemu pada leg kedua di Santiago Bernabeu, Madrid, 28 Februari sebelum ditutup dalam jornada 26 La Liga tiga hari setelahnya.

Setelah 100 hari masa kerjanya, El Clasico ini pun bisa jadi momen penilaian kinerjanya sebagai pengganti Lopetegui. Dalam 100 harinya membesut Real, sudah 23 laga dia jalani. Dari 23 laga itu, hanya empat kali kekalahan dirasakan Madridista. Efek Solari berhasil memberikan 18 kali kemenangan.

Bukan cuma itu. Bersama Solari, Real sukses memenangi Piala Dunia Antarklub 2018 setelah mengalahkan Al-Ain 4-1 di final. Di era Solari pula Real belum pernah terkalahkan saat menghadapi sesama klub di enam besar klasemen La Liga. Walaupun cuma menghadapi Sevilla big match yang bisa mereka menangi.

Selain Sevilla, Real Betis jadi klub enam besar yang sudah merasakan efek dari sentuhan eks juru racik Real Madrid Castilla itu. El Pais pun mengklaim persentase 78,26 persen menang sudah jadi yang terbaik ketimbang empat mantan entrenador Real, Lopetegui, Zinedine Zidane, Rafael Benitez, dan Carlo Ancelotti.

Sayangnya itu belum teruji lawan dua klub di atasnya, Barca dan Atletico Madrid. Kalau dini hari nanti WIB diuji Barca, maka akhir pekan ini ujian di Wanda Metropolitano menantang Atletico Madrid yang harus mereka jalani. Kemenangan di Camp Nou bakal memudahkan jalan Solari memburu trofi pertamanya sebagai pelatih di Copa del Rey. ''(La Liga dan Copa del Rey) tak ada bedanya. Kami ingin memenangi semua laga. Kami pun dedikasi penuh untuk laga ini,'' lanjut Solari.

Satu hal yang harus diwaspadai La Blaugrana. Real di tangan Solari berbeda dengan saat masih dipegang Lopetegui. Sebelum dipermak 1-5 di Camp Nou, Real di tangan Lopetegui kala itu hanya bisa memenangi enam dari 13 laga pertamanya. Real pun hanya mencetak 20 gol, dan kemasukan 15 gol.

Kini, Solari sudah menyulap Real yang mampu mencetak 2,47 gol per laga. Real saat ini pun rekor kemasukannya kurang dari satu gol tiap laga. Jorge Valdano, sebagai mantan pemain, pelatih, dan petinggi klub menyebut kekuatan kolektivitas yang membedakan El Clasico di saat ini dengan sebelum-sebelumnya.

Real tak punya Cristiano Ronaldo yang biasa head to head melawan Lionel Messi dalam tiap El Clasico. ''Begitu mereka (pemain Real) menunjukkan kemampuannya maka mereka pun mampu mengalahkan siapa saja,'' klaim Valdano yang pernah membawa Real jadi juara La Liga 1994 – 1995 itu dalam program El Transistor – Onda Cero. Sementara, kondisi La Pulga belum 100 persen fit setelah sempat mengalami sedikit nyeri pada paha kanannya pasca laga melawan Valencia (3/2).

Santiago Solari diangkat sebagai pelatih Real Madrid setelah Julen Lopetegui mencatat histori terburuk El Clasico dalam sewindu terakhir.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News