Empat Jurus Kementan Sukseskan Program Kampung Hortikultura

Empat Jurus Kementan Sukseskan Program Kampung Hortikultura
Bawang merah True Seed Shallots (TSS). Foto: Hortikultura

jpnn.com, JAKARTA - Pengembangan kawasan kampung hortikultura harus dimulai dengan penggunaan benih yang bermutu dan bersertifikat. Benih bermutu merupakan sarana utama dan penggunaannya menjadi suatu keharusan dalam agribisnis hortikultura.

Hal itu sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo agar masing-masing eselon I memiliki legacy yang berguna untuk pertanian Indonesia.

Menindaklanjuti hal tersebut, Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto mencetuskan program prioritas pengembangan kawasan bernama Kampung Hortikultura.

Plt. Direktur Perbenihan Hortikultura, Liferdi Lukman mengungkapkan setidaknya ada empat strategi perbenihan yang akan diterapkan untuk mendukung pengembangan Kampung Hortikultura.

Dia memerinci di antaranya yaitu penyebaran varietas unggul, peningkatan pengawasan peredaran dan sertifikasi benih, penguatan dan peningkatan kapasitas produksi benih, dan peningkatan kapasitas SDM di bidang perbenihan, salah satunya melalui bimbingan teknis (bimtek).

“Strategi yang tidak kalah penting adalah peningkatan kapasitas SDM di bidang perbenihan. Salah satunya melalui bimtek ini. Walaupun secara online, terus ada pendampingan bagi petani dan penyuluh untuk meningkatkan pengetahuan,” ujar Liferdi saat membuka bimtek bertajuk Produksi Benih Bawang Merah Bermutu Mendukung Pengembangan Kawasan/Kampung Bawang Merah, beberapa waktu yang lalu.

Liferdi menambahkan, pada 2021, APBN sebanyak Rp27,3 M dialokasikan untuk pengembangan kawasan bawang merah seluas 3.900 hektare dari Aceh hingga Papua. APBN ini diutamakan untuk mendukung produksi di wilayah defisit.

Produksi Benih Bawang Merah Bermutu

Plt. Direktur Perbenihan Hortikultura, Liferdi Lukman mengungkapkan setidaknya ada empat strategi perbenihan yang akan diterapkan untuk mendukung pengembangan Kampung Hortikultura.

SPONSORED CONTENT

loading...