Esemka Gagal Uji Emisi Dan Lampu

Esemka Gagal Uji Emisi Dan Lampu
Esemka Gagal Uji Emisi Dan Lampu
Oleh karena itu, Kemenhub mengeluarkan SK bernomor AJ.S0E/17/6/DJPD/2012 tertanggal 29 Februari tentang Uji Ulang Uji Emisi EURO 2 yang ditandatangani oleh Direktur DLLAJ Kemenhub, Sudirman Lambali atas nama Dirjen Perhubungan Darat. Dalam surat tersebut disebutkan, Esemka tidak lulus dalam uji emisi yang dilaksanakan Senin 27 Februari. "Jadi harus mengulang," tegasnya.

Selain gagal di uji emisi, mobil tersebut juga dianggap belum memenuhi standar dalam hal ketajaman lampunya. Pemerintah telah menetapkan standar dalam satu lampu harus memiliki 12.000 candle (CD), namun pada Esemka lampu kanannya baru menyinarkan 10.900 CD dan sebelah kiri sebanyak 6.700 CD. "Kalau nanti dari BPPT lolos, dari uji teknis oleh Ditjen Perhubungan Darat lolos, baru Kemenhub akan keluarkan sertifikat uji tipe," lanjutnya.

Hingga saat ini, Kementerian Perhubungan baru menerbitkan sertifikat uji tipe untuk empat mobil nasional (mobnas), yakni Mobnas Kancil, Mobnas Tawon, Mobnas Inobus, dan Mobnas GEA. Oleh karena itu pihaknya berharap mobil Esemka bisa menjadi kendaraan produksi dalam negeri yang akan bisa menadapatkan sertifikat uji tipe selanjutnya. "Dengan begitu tinggal dipilih produksi yang mana," jelasnya.

Beberapa mobil nasional memang telah diciptakan akan tetapi belum mampu diproduksi massal diantaranya mobil Kancil yang diproduksi PT Karunia Abadi Niaga Citra Indah Lestari, Mobnas Tawon mobil penumpang produksi PT Super Gasindo Jaya, Mobnas Inobus adalah bus penumpang produksi PT Industri Kereta Api (PT Inka), dan Mobnas GEA juga produksi PT Industri kereta Api Madiun.

JAKARTA - Mobil kebanggaan warga Solo, Esemka harus menjalani beberapa perbaikan lagi agar dapat diproduksi massal. Pasalnya, mobil yang dibuat oleh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News