Minggu, 26 Mei 2019 – 20:20 WIB

Esensi Kebijakan Pangan Era Amran: Menyayangi Petani

Oleh: Dr. Ketut Kariyasa, Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi, Kementan

Selasa, 29 Mei 2018 – 16:28 WIB
Esensi Kebijakan Pangan Era Amran: Menyayangi Petani - JPNN.COM

Perlu semua pihak menyadari bahwa program terobosan tersebut di atas, sebagian adalah investasi yang dampak multiflier-nya akan dirasakan dalam 5 sampai dengan 10 tahun ke depan. Seperti misalnya, program Inilah kunci keberhasilan pembangunan pertanian berkelanjutan.

Untuk program pengembangan prasarana dan sarana pertanian, Kementerian Pertanian merehabilitasi jaringan irigasi tersier 3.47 juta hektar terbesar sepanjang sejarah. Membangun embung 2.278 unit embung, damparit/longstorage.

Kemudian, perluasan dan optimasi lahan 1.08 juta hektar dan lahan rawa 467 ribu hektar. Memberi alsintan gratis 370 ribu unit naik 4700 persen dari 2013. Perjalanan dinas direvisi untuk petani Rp 800 miliar.

Program pangan pun menjamin tetap berproduksi melalui asuransi 1.2 juta hektar pertama kali dalam sejarah. Membangun 1.313 desa mandiri benih, membangun 714 desa pertanian organik.

Program peningkatan produksi daging sapi dalam negeri melalui Inseminasi Buatan 3.5 juta ekor sapi dan lahir lebih dari 1.5 juta sapi. Bantuan ayam kampung unggul 10.000 ekor.

Di sub sektor lainnya, program kementan telah membangun sentra/ lumbung pangan 5 provinsi, 12 kabupaten perbatasan untuk ekspor. Juga mengembangkan rempah mengembalikan kejayaan RI.

Dalam upaya mengejar swasemnbada gula, Kementerian pertanian mendorong investasi 4 pabrik gula baru dan revitalisasi pabrik gula eksisting. Di sisi lain, untuk mendorong terpenuhinya pangan keluarga, yang sehat. Kementerian pertanian meluncurkan program pengembangan kawasan hortikultura dan kawasan rumah pangan lestari. ***

 

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar