Eskalasi Ketahanan Nasional dengan Angkatan Siber Adalah Keniscayaan

Eskalasi Ketahanan Nasional dengan Angkatan Siber Adalah Keniscayaan
Ketua MPR Bambang Soesatyo. Foto: Dokumentasi Humas MPR RI

Dia bisa merusak produktivitas, menimbulkan kerusakan fisik hingga mengacaukan sistem keamanan.

Dari rangkaian pengalaman buruk itulah persoalan atau agenda ketahanan dan keamanan siber menjadi isu yang terus mengemuka hingga hari-hari ini.

Ketahanan dan keamanan siber tidak hanya kebutuhan negara dan institusi bisnis, melainkan juga menjadi kebutuhan personal.

Serangan siber di Indonesia sudah seringkali terjadi. Salah satu contoh kasus yang cukup menyita perhatian masyarakat adalah serangan siber yang membidik sistem perbankan di dalam negeri.

Misalnya, Bank Indonesia (BI), per Januari 2022, menjadi target serangan ransomware Conti ke dalam jaringan bank sentral itu.

Serangan itu fokus pada kantor BI di Bengkulu dan menyebabkan terjadinya kebocoran data.

Pada pekan kedua Mei 2023, giliran Bank Syariah Indonesia (BSI) yang jadi target serangan, yang menyebabkan layanan anjungan tunai mandiri (ATM) dan mobile banking lumpuh.

Grup hacker Ransomware Lockbit mengaku telah mencuri 1,5 Terabyte (TB) data pribadi nasabah dari server BSI.

Matra atau angkatan siber menjadi unsur penting bagi aspek pertahanan negara di era modern sekarang ini

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News