Fakta Terbaru soal Klaster Covid-19 PTM, Daerah Ini Pecah Rekor

Fakta Terbaru soal Klaster Covid-19 PTM, Daerah Ini Pecah Rekor
Kemendikbudristek menyebutkan masih ada orang tua dan kepsek menganggap Asesmen Nasional adalah pengganti UN. Ilustrasi sekolah: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) membuka data klaster Covid-19 selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Berdasarkan data itu, 1.303 sekolah menjadi klaster Covid-19.

Konon, sumber penularan atau klaster penularan Covid-19 selama PTM terbanyak di Jatim.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Wahid Wahyudi membenarkan temuan tersebut. Dia menyebut berdasarkan data dari Kemendikbudristek, jenjang SD 45,97 persen, PAUD 19,94 persen, dan SMP 19,07 persen.

"Itu data secara nasional, kalau ranah Dindik Jatim dari laporan para Kacab se provinsi untuk SMA, SMK, SLB di Jatim aman dari klaster COVID-19 sekolah," ujar Wahid tertulis, Jumat (24/9).

Wahid mengaku sempat beberapa kali mendapat aduan mengenai ssiwa yang berkumpul lantaran lama tidak bertemu dengan teman-temannya. 

Oleh karena itu, dia meminta kepala sekolah jenjang SMA/SMK supaya mengingatkan siswanya untuk segera pulang setelah PTM berakhir. 

"Setelah PTM ada PJJ. Jadi, keberadaan siswa bisa termonitor," kata dia. 

Sementara itu, Ketua Komisi E DPRD Jatim Wara Sundari Reny Pramana menyayangkan adanya temuan klaster sekolah-sekolah di Jatim. PTM dimulai justru menjadi penyumbang kasus tertinggi. 

"Dari awal kami sudah menyampaikan saat PTM dibuka wajib menjadi perhatian bersama tentang kesiapannya, baik sarana prasarana, guru, dan siswanya," tutur dia. 

Wara menyarankan kepada sekolah yang sudah melaksanakan PTM untuk memperketat lagi protokol kesehatannya.

"Tempat belajar kalau bisa diubah menjadi semi terbuka agar sirkulasi udara bagus," ujar Wara. (mcr12/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

Kemendikbudristek membuka data klaster Covid-19 selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.