Selasa, 22 Januari 2019 – 19:22 WIB

Ferdinand Demokrat Tepis Tuduhan Prabowo-Sandi Tak Mau Debat

Senin, 07 Januari 2019 – 15:35 WIB
Ferdinand Demokrat Tepis Tuduhan Prabowo-Sandi Tak Mau Debat - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga S Uno (BPN Prabowo - Sandi) membantah tudingan yang menyebut duet calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dari Koalisi Indonesia Adil Makmur itu tak menginginkan debat kandidat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Politikus Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean yang juga juru bicara BPN Prabowo - Sandi menyatakan, debat antar-peserta pemilihan presiden (pilpres) merupakan keharusan karena sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Tidak benar sama sekali seperti itu (menolak debat antar-peserta pilpres, red) . Karena debat sudah menjadi ketentuan aturan yang ditetapkan dalam peraturan KPU sebagai turunan dari UU Pemilu," ujar Ferdinand kepada JawaPos.com, Senin (7/1). Baca juga: Tim Jokowi Sebut Kubu Prabowo Lakukan Pelintiran

Sebelumnya tuduhan bahwa kubu Prabowo - Sandi tak mau berdebat dilontarkan Juru Bicara Tim Kampanye Nasinal Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin (TKN Jokowi - Ma’ruf) Arya Sinulingga. Arya menyatakan, kubu Prabowo - Sandi yang tak menginginkan debat justru seolah-olah duet Jokowi - Ma’ruf yang menghindarinya.

Namun, Ferdinand menuding Arya telah menebar kebohongan. Sebab, BPN Prabowo - Sandi tak pernah melontarkan usul untuk meniadakan debat dalam pertemuan di KPU.

"Jadi kalau ada yang menyatakan itu mungkin dia sedang tidur dalam rapat. Jadi tidak mengetahui apa yang terjadi atau mungkin sedang mengigau sehingga menyatakan hal-hal yang tidak benar," katanya.

Ferdinand menduga kubu TKN Jokowi - Ma'ruf takut jika duet bernomor urut 01 itu harus berdebat dengan Prabowo - Sandi di depan publik. Bahkan, kata ketua Divisi Advokasi dan Hukum PD itu, kubu Jokowi - Ma’ruf khawatir untuk sekadar memaparkan visi dan misi.

"Mereka hanya mencoba menutupi ketakutan Jokowi-Ma'ruf hanya untuk menutupi ketakutan debat. Kita mengerti ketakutan dalam menghadapi ketakutan-ketakutan visi misi," pungkasnya.(gwn/jpc)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar