Filsafat Sains

Filsafat Sains
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Pesantren itu diasuh beberapa kiai. Salah satu anak kiai di situ kuliah filsafat di Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta. Lulus UGM kiai muda itu kembali ke Annuqayah. Mengajar di situ.

"Saya kagum pada beliau," ujar Taufiqurrahman. "Begitu lulus Aliyah saya ingin kuliah filsafat di UGM," tambahnya.

Ia pun mendapat beasiswa dari UGM –yang lantas dialihkan ke Bidik Misi-nya kementerian pendidikan. Uang dari beasiswa itu sebagian ia gunakan untuk memperdalam bahasa Inggris. Ia ikut kursus-kursus bahasa Inggris di Jogja.

"Saya harus bisa membaca buku-buku filsafat dalam bentuk aslinya yang berbahasa Inggris," katanya.

Wajar kalau banyak yang penasaran siapa Taufiqurrahman. Ternyata ia baru lulus S-1 Fakultas Filsafat UGM tahun lalu. Ia sudah biasa menulis tetapi baru sekali ini terlibat dalam polemik seserius ini.

Apakah kenal secara pribadi dengan tokoh-tokoh yang ia serang itu?

"Tidak," katanya.

"Pernah bertemu?“

Sesekali bukalah Facebook bukan untuk mencari siapa selingkuh dengan siapa. Perdebatan antara filsafat dan sains memang terus hangat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News