Final Thomas Cup: Bedah Kekuatan Indonesia dan China, Siapa Lebih Unggul?

Final Thomas Cup: Bedah Kekuatan Indonesia dan China, Siapa Lebih Unggul?
Anthony Sinisuka Ginting. Foto: Ricardo/JPNN.com

Indonesia membawa semua pemain terbaiknya di gelaran ini. Di sektor tunggal, pasukan Garuda memiliki Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Shesar Hiren Rhustavito.

Dua nama pertama merupakan tunggal putra elite dunia. Ginting saat ini duduk di peringkat lima bwf, sementara Jojo dua setrip di bawahnya. Untuk Vito, pebulu tangkis berusia 27 tahun itu memiliki rekor 100 persen kemenangan selama Piala Thomas 2020.

Kemudian di sektor ganda putra, Indonesia membawa Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Leo Rolly Carnando/Daniel Martin.

Indonesia punya segudang pemain hebat di sektor ini. Tiga ganda pertama yang disebut merupakan penghuni 10 besar dunia. Kevin/Marcus ada di peringkat satu, Hendra/Ahsan dua dunia, dan Fajar/Rian tujuh dunia.

Sementara Leo/Daniel adalah juara dunia junior pada 2019 lalu.

Beralih ke China. Negeri Tirai Bambu ini tak diperkuat sejumlah pemain andalannya. Nama-nama kondang seperti Chen Long (tunggal putra) dan Li Junhui/Liu Yuchen (ganda putra) tak berangkat ke Denmark.

China terlihat ingin mencari bibit-bibit baru. Di sektor tunggal putra, praktis hanya Shi Yuqi yang masuk 10 besar dunia. Itu pun tepat di nomor sepuluh. Dua tunggal Indonesia, Ginting dan Jojo masih berada di atasnya.

Selain Shi Yuqi, China membawa Lu Guangzu di sektor tunggal yang saat ini masih berada di peringkat 27 dunia. Hal ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh Ginting dan Jojo untuk mendulang poin.

Menilik kekuatan Indonesia dan China yang bakal bertarung di final Piala Thomas 2020. Siapa lebih unggul?

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News