Fokus Tangkap Koruptor, Baru Asset Recovery

Fokus Tangkap Koruptor, Baru Asset Recovery
Fokus Tangkap Koruptor, Baru Asset Recovery
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap mengutamakan mengungkap kasus pidana korupsi. Pengembalian uang dari hasil korupsi (asset recovery) merupakan target kedua. "Prinsipnya, kasusnya dulu yang diungkap. Soal asset recovery merupakan turunan," kata Wakil Ketua KPK, Chandra M Hamzah, di Hotel Sultan, Rabu (10/11).

Alasannya, kata Chandra, bila tidak ada bukti korupsi, maka upaya mengejar pengembalian uang akan sia-sia. "Tindakan penyitaan aset atau pemblokiran rekening sifatnya hanya sementara."

“Kita harus buktikan dulu, kasus korupsinya terbukti. Kalau sudah ada putusan pengadilan, pengejaran terhadap asset recovery bisa segera dilakukan," katanya.

Chandra mengatakan, ada aturan yang bisa dijadikan pedoman, yaitu Undang-undang No.8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. "UU TPPU akan lebih mudah diterapkan bila sudah ada putusan pengadilan," bebernya.

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap mengutamakan mengungkap kasus pidana korupsi. Pengembalian uang dari hasil korupsi (asset recovery)

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News