Minggu, 23 September 2018 – 03:46 WIB

Fokus Tingkatkan Kemampuan Berbahasa

Rabu, 05 September 2018 – 23:41 WIB
Fokus Tingkatkan Kemampuan Berbahasa - JPNN.COM

jpnn.com, SIDOARJO - Fransisca Dharma diminta Retno Wulandari, guru bahasa Inggrisnya, ke depan kelas. Siswi kelas VII Anugerah School Sidoarjo tersebut mendapatkan perintah untuk memandu teman-temannya. Yakni, membaca cepat teks bahasa Inggris di layar proyektor. Satu soal hanya diberi waktu semenit.

''Salah satu manfaat proyektor itu untuk membiasakan siswa membaca cepat, setiap kelas ada proyektornya,'' kata Retno.

Dengan pembiasaan tersebut, saat ujian nasional berbasis komputer (UNBK) mendatang, para anak didiknya sudah terbiasa. Pada awal-awal dulu, waktu semenit itu dianggap terlalu cepat. Banyak siswa yang bingung. Kini mereka sudah sangat terbiasa dengan metode membaca cepat tersebut.

''Belajar drama, kesenian, peta-peta dalam IPS, semua memanfaatkan proyektor itu. Setiap hari digunakan sejak tahun lalu,'' ungkap Retno.

Selain pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, pendidikan pada abad 21 tidak lepas dari kemampuan berbahasa. Kompetensi tersebut menjadi modal agar lebih komunikatif. Di sekolahnya, ada dua bahasa yang diunggulkan. Yakni, bahasa Mandarin dan Jepang. ''Untuk bahasa Inggris sudah berjalan, ada program one day speak English,'' kata Kepala SMP Anugerah School Fransiska Anita.

Pada program itu, siswa-siswi sehari penuh harus berbahasa Inggris. Nah, bulan depan, ada one day speak Mandarin. Sama dengan bahasa Inggris, anak-anak juga harus sehari penuh menggunakan bahasa Mandarin.

Pembelajaran bahasa tersebut juga tidak melulu dengan teori. Namun kerap juga melalui games. Misalnya, saat belajar bahasa Jepang, siswa diajak menebak kata apa saja dalam lagu berbahasa Jepang yang sedang diperdengarkan di kelas.

''Lalu, kalau sudah, dicocokkan dengan lirik lagunya. Nah, yang paling banyak benar maka dia yang menang,'' ujar Anita.

Menurut dia, anak-anak didiknya juga terus didorong untuk mengasah aspek kreativitas dan kolaborasi. Misalnya, dilatih dengan belajar memanfaatkan atap sekolah untuk menanam. Para siswa diberi tanggung jawab untuk menanam tumbuhan masing-masing. Tanaman itu sekaligus sebagai bahan praktik.

''Ya, misalnya untuk sampel yang akan diteliti di mikroskop. Siswa-siswi cukup mengambil dari tanaman yang telah mereka tanam,'' tambah Dian Nurul Cholidia, guru IPA. (uzi/c22/hud) 

SHARES
TAGS   Bahasa
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar