Food Estate

Oleh: Dahlan Iskan

Food Estate
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

Memang sudah banyak sapi yang dijual: dibelikan traktor. Namun, si pemilik traktor jadwalnya juga penuh. Akibatnya: sulit mengolah tanah tepat waktu. Tergantung jadwal traktor.

Baca Juga:

Tenaga tanam? Lebih sulit lagi.

Mesin tanam padi? Perkembangannya sangat tidak menggembirakan.

Waktu 10 tahun seperti lewat begitu saja. Di teknologi lain dalam waktu 10 tahun perkembangannya sudah sangat maju. Di mesin tanam seperti jalan di tempat. Bahkan mundur.

Pabrik mesin tanam yang di Mlilir, dekat Ponorogo, itu misalnya. Bukan saja tidak berkembang. Justru tutup.

Dua kali saya pernah ke sana. Zaman ITU. Saya dorong dia untuk terus berkembang --lewat order dan order.

Lima tahun kemudian saya ke sana lagi. Sebagai orang biasa. Saya hanya bisa mengelus dada.

Mesin panen pun tidak berkembang semestinya.

Inilah food estate gotong royong. Hasilnya akan jauh lebih hebat dari food estate biasa. Juga lebih baik dari usaha intensifikasi yang mana pun.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News