Format Liga 1 2021/2022, Apa Itu Sistem Bubble to Bubble?

Format Liga 1 2021/2022, Apa Itu Sistem Bubble to Bubble?
Direktur Operasional PT LIB Irjen Pol (Purn) Sudjarno. Foto: Amjad/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kompetisi Liga 1 2021/2022 akan memakai sistem seri bubble to bubble. Seluruh pertandingan akan dipusatkan di Pulau Jawa dan dibuat sebanyak enam seri.

Direktur Operasional PT LIB Sudjarno menjelaskan sistem bubble ini akan ditempatkan di tiga klaster untuk memenuhi format kompetisi penuh.

Langkah itu diambil karena kondisi pandemi Covid-19 masih tinggi saat ini di Indonesia.

"Setelah didiskusikan dan dipikirkan, nanti akan dipusatkan di Jawa. Klasternya ada DKI Jakarta, Jabar Banten, Kemudian Jawa Tengah Yogyakarta, dan Jawa Timur," ucapnya.

Setiap seri, akan memakan enam sampai tujuh pekan. Sehingga setiap tim nanti akan bertanding tujuh sampai delapan kali di setiap serinya," tambah Sudjarno.

Dari barat, seri akan bergulir ke tengah dan timur. Nantinya, di timur akan diputar beriringan. Jadi, di seri 3 dan 4, sesuai draft jadwal akan digelar di klaster Jawa Timur.

Setiap usai seri, nantinya juga akan ada jeda. Rentang waktu istirahat antarseri itu ada yang 14 hari atau dua pekan, ada juga yang hanya sepuluh hari. (dkk/jpnn)


Liga 1 2021/2022 bakal bergulir mulai 10 Juli mendatang dengan menggunakan sistem bubble to bubble


Redaktur & Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News